Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menyatakan industri perbankan Indonesia tetap tangguh di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Ketahanan sektor keuangan ini didukung oleh ekspansi kredit yang kokoh, likuiditas yang cukup, dan kualitas aset yang aman.

>>> Antavaya dan Allo Paylater Beri Diskon Liburan hingga 20 Persen

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran kredit perbankan hingga April 2026 tumbuh 9,98% secara tahunan (yoy).

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat 11,40% yoy.

Ketua Umum Perbanas Hery Gunardi mengatakan hal itu menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga.

Ia juga memaparkan rasio loan to deposit ratio (LDR) per April 2026 berada di angka 86,88%.

>>> Khutbah Jumat 19 Juni 2026 Ajak Pemimpin Meneladani Abu Bakar dan Umar dalam Menerima Kritik

Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross tercatat aman pada level 2,17%.

Dengan kondisi industri yang kuat dan pengelolaan risiko yang baik, Perbanas optimistis perbankan dapat terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Asosiasi juga mengingatkan perbankan untuk mengantisipasi risiko eksternal seperti fluktuasi harga energi, konflik geopolitik, dan perlambatan ekonomi global.

>>> Ekonom dan Pengamat Kritisi Alokasi Anggaran Pembangunan IKN

Penguatan mitigasi risiko disarankan melalui stress test, pengetatan disiplin kredit, serta pengelolaan indikator likuiditas seperti LCR, NSFR, dan PDN.