Khutbah Jumat 19 Juni 2026 Ajak Pemimpin Meneladani Abu Bakar dan Umar dalam Menerima Kritik

Khutbah Jumat untuk 19 Juni 2026 mengangkat tema kepemimpinan yang terbuka terhadap kritik dan nasihat. Pesan tersebut berangkat dari kenyataan bahwa setiap pemimpin yang memegang amanah akan berhadapan dengan beragam masukan, teguran, hingga koreksi dari masyarakat yang dipimpinnya.

Dalam pandangan Islam, kritik tidak diposisikan sebagai ancaman bagi kekuasaan. Sebaliknya, kritik menjadi sarana menjaga amanah agar tetap berjalan sesuai prinsip keadilan dan kemaslahatan.

Keteladanan Umar bin Khattab Saat Dikritik

Pada khutbah pertama dijelaskan sejumlah kisah yang menunjukkan sikap Sayyidina Umar bin Khattab terhadap kritik. Meski dikenal sebagai pemimpin tegas dan berwibawa, Umar tidak menutup diri terhadap nasihat yang datang dari rakyatnya.

Dikisahkan, suatu ketika seorang laki-laki menyampaikan peringatan secara terbuka dengan mengatakan, “Bertakwalah kepada Allah, wahai Umar.” Ucapan tersebut membuat sebagian orang merasa keberatan dan hendak menegur orang yang berbicara.

Namun Umar justru menghentikan tindakan itu. Ia menyatakan bahwa masyarakat harus tetap berani menyampaikan nasihat, sementara pemimpin wajib bersedia mendengarkannya.

Sikap tersebut memperlihatkan bahwa ukuran kekuatan seorang pemimpin tidak hanya terletak pada kewenangan yang dimiliki, tetapi juga pada kesediaannya melakukan introspeksi dan menerima masukan dari masyarakat.

>>> Timnas Inggris Alami Pencurian Perlengkapan Jelang Piala Dunia 2026

Klarifikasi Umar di Hadapan Masyarakat

Kisah lain terjadi ketika Umar berkhutbah di depan warga. Saat meminta masyarakat mendengar dan menaati pemimpin, seorang laki-laki berdiri dan menyatakan penolakannya.

Orang tersebut mempertanyakan pakaian yang dikenakan Umar. Menurutnya, setiap warga hanya menerima sepotong kain, sementara Umar mengenakan pakaian yang tampak lebih lengkap.