Kenaikan harga bahan bakar minyak non-subsidi jenis Pertamax mendorong sebagian pemilik kendaraan beralih menggunakan bahan bakar beroktan lebih rendah dari rekomendasi pabrikan.

Langkah ini dinilai berisiko memicu kerusakan fatal pada komponen mesin kendaraan berteknologi hybrid.

>>> Pemerintah Diminta Antisipasi Dampak Kenaikan Harga Pertamax

Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), menyampaikan dampak negatif dari penurunan kualitas bahan bakar tersebut.

Menurutnya, penggunaan angka oktan (RON) yang tidak sesuai spesifikasi berpotensi besar menimbulkan gejala knocking atau pembakaran tidak normal di dalam ruang bakar.

"RON rendah lebih mudah terbakar sebelum waktunya saat kompresi tinggi, sehingga pembakaran tidak sempurna dan menimbulkan getaran pada mesin," kata Jayan.

Sistem perlindungan berupa sensor knocking pada Engine Control Unit (ECU) mobil modern akan otomatis memundurkan waktu pengapian demi menjaga keamanan mesin.

Kebijakan sistem elektronik tersebut berdampak langsung pada penurunan performa, akselerasi yang berat, serta penurunan efisiensi bahan bakar secara drastis.

"Konsumsi bahan bakar bisa menjadi lebih boros. Mesin harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga yang sama, sehingga efisiensi hybrid tidak optimal," ujar Jayan.

>>> SNK Kembangkan Dua Proyek Game Baru Metal Slug untuk Rayakan 30 Tahun

Sisa pembakaran yang tidak sempurna akibat oktan rendah juga mempercepat penumpukan kerak karbon pada injektor dan ruang bakar.

Dalam jangka panjang, getaran akibat knocking yang terjadi terus-menerus akan merusak komponen internal vital seperti piston, ring piston, hingga komponen klep kendaraan.

"Sistem hybrid memang membantu mengurangi beban mesin, tetapi tetap tidak menghilangkan kebutuhan akan bahan bakar berkualitas sesuai spesifikasi," kata Jayan.

Pemilik mobil tipe serial juga tidak luput dari risiko penurunan performa ini.

Walaupun mesin konvensional pada sistem serial hanya bekerja sebagai pengisi daya baterai, beban kerja mekanis dan emisi gas buang tetap akan melonjak jika dipaksakan menggunakan bahan bakar berkualitas rendah.

"Penurunan performa juga terjadi pada mobil hybrid model serial.

>>> IHSG Ditutup Menguat ke 6.007, Asing Borong Saham BBCA, DSSA, TPIA

Meski mesin bakar hanya berfungsi sebagai pengisi daya baterai, beban kerja mesin dan emisi tetap akan meningkat jika menggunakan BBM yang tidak sesuai," tutup Jayan.