Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan adanya korelasi kuat antara peningkatan penggunaan ponsel pintar dengan penurunan angka kelahiran yang cukup drastis.

Mengutip France24, sebuah makalah ilmiah yang diterbitkan oleh Biro Riset Ekonomi Nasional (NBER) mencoba membedah alasan di balik merosotnya tingkat kesuburan di Amerika Serikat.

>>> Jadwal KRL Jogja-Solo 13 Juni 2026: Rute Lengkap dan Tarif Rp8.000

Hasilnya cukup mengejutkan: angka kesuburan di AS telah anjlok sebesar 22 persen sejak tahun 2007, tahun yang sama ketika iPhone pertama kali diperkenalkan ke publik dan menandai dimulainya era smartphone.

Menurut studi tersebut, smartphone tidak secara langsung mengurangi kesuburan biologis, melainkan mengubah pola interaksi sosial.

Penggunaan perangkat digital yang semakin intens disebut mengurangi pertemuan tatap muka, menurunkan frekuensi hubungan seksual, serta meningkatkan konsumsi hiburan daring yang menggantikan aktivitas sosial di dunia nyata.

Untuk sementara waktu, para ahli mengaitkan penurunan tersebut dengan resesi yang melanda pada tahun 2008 ketika sistem keuangan global hampir runtuh, menyebabkan jutaan orang mengalami kesulitan.

Tetapi ketika ekonomi pulih, peningkatan angka kelahiran tidak pernah terjadi.

Berbagai alasan lain telah dikemukakan, seperti peningkatan penggunaan kontrasepsi, peningkatan pendidikan perempuan, dan meningkatnya biaya perumahan atau perawatan anak.

Namun, belum ada penyebab yang jelas yang terbukti.

Korelasi iPhone dan Penurunan Angka Kelahiran

Ekonom Middlebury College, Caitlin Myers, dan mahasiswanya, Ezekiel Hooper, menguji hipotesis bahwa ponsel pintar yang muncul bersamaan dengan kedatangan iPhone pertama pada tahun 2007 dan kemungkinan ada hubungannya dengan hal tersebut.

Hingga tahun 2011, iPhone hanya tersedia dari satu jaringan seluler AS, AT&T, sehingga mereka membandingkan wilayah-wilayah di AS yang memiliki cakupan AT&T hampir universal dengan wilayah-wilayah yang memiliki sedikit atau tidak ada cakupan sama sekali selama tahun-tahun tersebut.