Peneliti Ungkap Alasan Orang Tak Mau Punya Anak: Smartphone Biang Kerok?
Mereka menemukan bahwa akses ke iPhone berkorelasi dengan penurunan angka kelahiran sebesar 4,5-8,0 persen pada usia 15-19 tahun dan sebesar 3,2-6,6 persen pada usia 20-24 tahun.
Terdapat juga penurunan yang signifikan secara statistik tetapi lebih kecil di antara perempuan yang lebih tua.
>>> Doa Minum Susu Putih Malam 1 Muharram, Amalan Sambut Tahun Baru Islam
"Seiring dengan meluasnya penggunaan smartphone modern, waktu yang dihabiskan bersama teman secara langsung dan aktivitas seksual menurun tajam bersamaan dengan meningkatnya konsumsi pornografi, yang mungkin menjadi pengganti seks dengan pasangan," demikian kesimpulan penelitian tersebut.
Guncangan Teknologi Global
Studi lain yang diterbitkan pada bulan Mei oleh ekonom Universitas Cincinnati, Nathan Hudson dan Hernan Moscoso Boedo, menemukan bukti tren serupa dan dalam skala global sejak tahun 2007.
Mereka menganalisis data Bank Dunia yang mengukur penetrasi smartphone dan tingkat kesuburan remaja di 128 negara.
Mereka menemukan bahwa penurunan angka kelahiran semakin cepat setelah smartphone tersedia secara luas.
Ini fenomena yang ditemukan di berbagai negara dengan lingkungan perawatan kesehatan, kesejahteraan, ekonomi, dan budaya yang sangat berbeda.
Hal ini, menurut kesimpulan mereka, menunjukkan guncangan teknologi global yang umum.
Beberapa akademisi tetap skeptis. Misalnya, angka kelahiran remaja di Amerika Serikat telah menurun sejak awal tahun 1990-an, jauh sebelum munculnya smartphone.
Kedua studi tersebut tidak membahas bagaimana pemerintah dapat memanfaatkan temuan mereka.
Baik negara kaya maupun miskin bergulat dengan penurunan angka kelahiran yang menyebabkan masyarakat menua dan angkatan kerja menyusut, memberikan tekanan pada sistem jaminan sosial dan berpotensi mengurangi pertumbuhan ekonomi dan produktivitas.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan angka kesuburan AS berada pada titik terendah sepanjang masa, sementara negara-negara ekonomi terkemuka di Asia semuanya menghadapi prospek penyusutan populasi dalam beberapa tahun mendatang.
Pemerintah komunis China meninggalkan kebijakan satu anak yang telah berlangsung selama beberapa dekade pada tahun 2016, sementara Jepang dan Korea Selatan telah berinvestasi besar-besaran dalam kebijakan pro-natal dengan dampak yang kecil.
>>> Lonjakan Harga Memori Ubah Peta Persaingan Chipset Smartphone Global
Negara-negara termiskin di dunia, seperti di Afrika sub-Sahara, seringkali masih memiliki angka kelahiran yang tinggi, tetapi negara-negara berpenghasilan menengah seperti India dan Brasil juga menghadapi penurunan angka kesuburan yang cepat.
Update Terbaru
TVRI Gandeng Telkomsel dan Folago untuk Siarkan Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 12:37 WIB
Mobil Fortuner Diamuk Massa di Ciledug Ternyata Dikendarai Pelaku Narkoba
Sabtu / 13-06-2026, 12:37 WIB
Virgil van Dijk Optimistis Belanda Bersaing di Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 12:36 WIB
Lineup Panggung Jakarta Fair Akhir Pekan Ini: Souljah hingga Tony Q
Sabtu / 13-06-2026, 12:36 WIB
Kemensos Cairkan Bansos BPNT Juni 2026, Cek Status Penerima via HP
Sabtu / 13-06-2026, 12:32 WIB
Kenny Austin Jaga Privasi Wajah Anak Pertama Bersama Amanda Manopo
Sabtu / 13-06-2026, 12:32 WIB
Cara Mencegah Ular Masuk dan Mendekati Rumah
Sabtu / 13-06-2026, 12:32 WIB
Tips Beli Peugeot 206 Bekas: Fokus pada Elektronik dan Mesin
Sabtu / 13-06-2026, 12:28 WIB
Tips Membeli Peugeot 206 Bekas: Kenali Komponen Vital Ini
Sabtu / 13-06-2026, 12:28 WIB
Subnautica 2 Rilis Early Access 14 Mei 2026, Ini Spesifikasi PC dan Harganya
Sabtu / 13-06-2026, 12:27 WIB
Pemprov DKI Jakarta Padamkan Lampu Sejam untuk Hemat Energi
Sabtu / 13-06-2026, 12:27 WIB
Xiaomi Luncurkan Watch Face Eksklusif Julian Alvarez untuk Watch S5
Sabtu / 13-06-2026, 12:24 WIB






