Persaingan di segmen kelas menengah atas semakin memanas dengan hadirnya Xiaomi 17T dan Nothing Phone (4a) Pro. Kedua ponsel ini menawarkan daya tarik yang berbeda untuk memikat konsumen.

Xiaomi 17T mengedepankan performa flagship, kamera Leica, dan baterai besar. Sementara Nothing Phone (4a) Pro mengandalkan desain futuristik dengan sistem pencahayaan Glyph dan harga yang lebih agresif.

>>> Bocoran Nothing Ear 3a Muncul di Database Indonesia, Hadir dengan Warna Pink Baru

Desain dan Layar

Xiaomi 17T hadir dengan desain flagship elegan dan kokoh berkat Gorilla Glass 7i serta sertifikasi IP68.

Nothing Phone (4a) Pro menggunakan bodi aluminium unibody dengan 137 lampu LED Glyph yang dapat dikustomisasi.

Keduanya mengusung panel AMOLED.

Xiaomi 17T menawarkan resolusi hingga 1268p dengan Dolby Vision, sedangkan Nothing Phone (4a) Pro unggul di refresh rate 144Hz dan bingkai layar lebih tipis.

Performa dan Baterai

Xiaomi 17T ditenagai chipset MediaTek Dimensity 8500 Ultra dengan RAM 12GB dan penyimpanan UFS 4.1.

Nothing Phone (4a) Pro menggunakan Snapdragon 7 Gen 4 yang cukup untuk kebutuhan harian.

>>> Perbandingan Xiaomi 17T vs Google Pixel 10a: Mana yang Lebih Unggul?

Baterai Xiaomi 17T berkapasitas 6500mAh dengan pengisian cepat 67W dan reverse charging. Nothing Phone (4a) Pro memiliki baterai 5400mAh dengan pengisian 50W.

Kamera

Xiaomi 17T mengandalkan tiga kamera belakang dengan sentuhan Leica, termasuk lensa telefoto 5x zoom optik dan sensor ultrawide berkualitas tinggi.

Nothing Phone (4a) Pro memiliki telefoto 3.5x zoom optik dengan sensor ultrawide resolusi lebih rendah.

Kamera depan Xiaomi 17T mampu merekam video 4K HDR10+, sedangkan Nothing Phone (4a) Pro hanya 1080p.

Harga dan Ketersediaan

Xiaomi 17T dibanderol sekitar Rp11.400.000, menyasar pengguna yang menginginkan performa flagship. Nothing Phone (4a) Pro dijual sekitar Rp7.600.000, menawarkan keunikan dengan anggaran lebih terbatas.

>>> TECNO POVA 8 5G Resmi Meluncur dengan Baterai 8.000mAh dan Fitur AI

Belum ada konfirmasi resmi mengenai tanggal peluncuran kedua ponsel ini di Indonesia. Namun, potensi kehadirannya cukup besar mengingat tingginya minat konsumen terhadap ponsel kelas menengah atas.