Gelandang tim nasional Ghana, Thomas Partey, dipastikan absen dalam pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 melawan Panama di Toronto pada Rabu, 17 Juni 2026.

Pemerintah Kanada menolak permohonan visa pemain Villarreal tersebut karena status hukumnya yang sedang menghadapi proses peradilan pidana di London, Inggris.

>>> Jose Mourinho Dikabarkan Sepakat Latih Real Madrid Musim Depan

Pemain berusia 32 tahun itu dijadwalkan menjalani persidangan pada tahun 2027 atas tuduhan pemerkosaan dan kekerasan seksual dari empat wanita berbeda yang diduga terjadi antara 2020 hingga 2022.

FIFA Serahkan Keputusan Visa ke Pemerintah Kanada

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengonfirmasi bahwa Partey tidak dapat melakukan perjalanan dari tempat pemusatan latihan Ghana di Providence, Rhode Island, menuju Toronto.

"FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk ajudikasi visa," ujar FIFA melalui pernyataan resminya.

Induk organisasi sepak bola dunia itu menegaskan bahwa regulasi mengenai hak pemberian izin masuk sepenuhnya berada di tangan pertahanan domestik negara penyelenggara.

Menteri Imigrasi, Pengungsi dan Kewarganegaraan Kanada, Lena Diab, memberikan penjelasan formal mengenai kebijakan ketat yang diterapkan pemerintahnya.

"Kanada bangga menjadi negara tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026 dan sedang bekerja untuk memfasilitasi kesuksesan acara tersebut sembari menjaga keselamatan dan keamanan warga Kanada," ujar Lena Diab.

Pemerintah Kanada menegaskan bahwa status sebagai penyelenggara turnamen olahraga internasional tidak memberikan pengecualian atau mengubah supremasi hukum imigrasi yang berlaku.

"Kanada telah konsisten bahwa menjadi tuan rumah acara besar tidak mengubah undang-undang imigrasi Kanada.

Setiap orang yang ingin datang ke Kanada dinilai secara individual, berdasarkan fakta yang tersedia dan hukum yang berlaku," kata Lena Diab.