DPRD Sulsel Minta Penghentian Surat Pengunduran Diri Kepala Sekolah
Komisi E DPRD Sulawesi Selatan menyoroti kebijakan Dinas Pendidikan yang meminta ratusan kepala sekolah menandatangani surat pengunduran diri secara massal.
Kebijakan ini dipicu oleh temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengelolaan keuangan sekolah.
>>> Kanada Tolak Visa Thomas Partey, Gelandang Ghana Absen di Laga Pembuka Piala Dunia
Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah, mengungkapkan bahwa tahap pertama melibatkan 128 kepala sekolah, dan tahap kedua sebanyak 198 kepala sekolah.
"Hampir 500-an lebih.
Itu disarankan untuk membuat pernyataan pengunduran diri oleh Dinas Pendidikan," kata Andi Tenri usai rapat dengar pendapat di Gedung DPRD Sulsel, Makassar, Jumat (12/6/2026).
Menurut Andi Tenri, seluruh kerugian negara yang menjadi temuan BPK sebenarnya sudah dikembalikan oleh pihak sekolah.
Ia menambahkan bahwa langkah dinas sebenarnya bertujuan baik agar tenaga pendidik fokus pada kegiatan belajar mengajar.
Pemerintah pusat saat ini menginstruksikan agar guru dan kepala sekolah tidak dibebani urusan administrasi proyek.
Meski demikian, Komisi E DPRD Sulsel meminta agar proses desakan penandatanganan surat pengunduran diri segera dihentikan.
"Kami menyarankan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan untuk memberhentikan surat pernyataan mengundurkan diri," ucap Andi Tenri.
>>> Jose Mourinho Dikabarkan Sepakat Latih Real Madrid Musim Depan
DPRD menilai masalah administrasi keuangan telah selesai karena dana sudah dikembalikan ke kas daerah.
Temuan BPK didominasi oleh masalah penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
DPRD mendesak Disdik Sulsel merumuskan solusi alternatif agar kepala sekolah dapat kembali memimpin tanpa beban psikologis.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, menjelaskan bahwa surat pengunduran diri merupakan instrumen evaluasi kinerja berkala.
Ia menegaskan bahwa kepatuhan pengelolaan keuangan menjadi poin penting dalam penilaian tersebut.
Iqbal juga menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait legalitas evaluasi.
Menurut regulasi BKN, posisi kepala sekolah adalah tugas tambahan, bukan jabatan struktural murni.
>>> Barcelona Hadapi Deportivo Alaves Usai Kunci Gelar Juara La Liga
"Suatu waktu bisa diberhentikan, suatu waktu bisa diangkat lagi," ujar Iqbal.
Update Terbaru
Siapa Anak dan Istri Yanto Idorway? Presenter TVRI Papua Barat Yang Meninggal Dunia, Bukan Orang Sembarangan?
Selasa / 28-07-2026, 16:02 WIB
Profil Yanto Idorway Presenter TVRI Papua Barat Yang Meninggal Dunia, Lengkap: Umur, Agama dan Instagram
Selasa / 28-07-2026, 15:59 WIB
Perang Box Office China 2026: Spider-Man: Brand New Day dan The Odyssey Siap Gulingkan Dominasi Kung Fu Soccer?
Selasa / 28-07-2026, 15:05 WIB
Profil Ema Syariff Wisudawati UINSA yang Viral Terjatuh saat Menyuruh Pejabat Kampus untuk Memfoto Dirinya
Selasa / 28-07-2026, 14:17 WIB
Viral! Niat Foto Bareng Pejabat Kampus, Wisudawati UINSA Ema Syariff Malah Terjatuh dari Panggung
Selasa / 28-07-2026, 14:14 WIB
Ryan Gosling Resmi Jadi Ghost Rider MCU, Dukungan Manis Eva Mendes Lewat 'Easter Egg' Roxy Bikin Baper!
Selasa / 28-07-2026, 14:07 WIB
15 Rekomendasi Film dan Series Streaming Terbaik Agustus 2026: Dari Final Outer Banks hingga Ted Lasso Kembali!
Selasa / 28-07-2026, 13:56 WIB
Curhat Viral: Wanita Cuti Melahirkan Diminta Selfie Bareng Bayi oleh Bos
Selasa / 28-07-2026, 12:57 WIB







