>>> Wesley Sneijder Dukung Jose Mourinho Kembali ke Real Madrid

Perez membuktikan kapasitas fisiknya dengan menjabarkan tanggung jawab besar yang masih ia pegang di sektor korporasi internasional.

"Memimpin perusahaan kelas dunia di bidang infrastruktur dengan 170 ribu karyawan dan pendapatan 50 miliar euro per tahun, dan kesehatan saya sempurna," ucap Perez.

Ia menambahkan argumen logis bahwa aktivitas padatnya tidak akan mungkin berjalan jika dirinya sedang dalam kondisi sakit parah.

"Karena saya tidak mungkin bisa berada di dua tempat jika kesehatan saya tidak sempurna," lanjutnya.

Perez menyatakan keheranannya atas kemunculan isu kesehatan tersebut karena tidak didukung oleh bukti rekam medis yang nyata. "Saya tidak tahu kenapa rumor itu muncul.

Karena kalau memang saya mengidap kanker, tentu saya harus pergi ke pusat onkologi untuk diperiksa," tutur Perez.

Perez meyakini bahwa kabar mengenai penyakitnya sengaja dibuat-buat oleh pihak tertentu tanpa ada dasar kebenaran.

"Anda pikir kalau saya pergi ke pusat onkologi, itu tidak akan muncul di mana-mana? Itu tidak benar.

Mereka mengarangnya dan rumor itu terus berkembang," lanjutnya.

Kondisi internal Real Madrid sendiri dilaporkan sedang mengalami dinamika berat menyusul kritik publik terhadap perilaku Kylian Mbappe yang bepergian ke Italia saat pemulihan cedera.

Ketegangan di skuad berkali-kali terjadi, termasuk perselisihan fisik di lapangan latihan antara Antonio Rudiger dan Alvaro Carreras, serta Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde yang berujung sanksi denda masing-masing sebesar 500 ribu euro.

>>> Megawati Hangestri Pertiwi Resmi Gabung Hyundai Hillstate

Situasi kompetisi Real Madrid semakin tertekan setelah rival utama mereka, Barcelona, mengunci gelar juara La Liga usai memenangkan pertandingan El Clasico dengan skor 2-0 di Camp Nou pada akhir pekan lalu.