>>> Kanada Tolak Visa Thomas Partey, Ghana Kehilangan Gelandang di Laga Perdana Piala Dunia

Dalam surat terbuka di The Player's Tribune, ia menulis pesan untuk anak-anak Bosnia: "Tidak ada yang mustahil."

Ia menceritakan bagaimana 15 orang keluarganya tinggal di apartemen seluas 40 meter persegi, bermain Monopoli di lantai balkon sambil mendengar sirene dan ledakan bom.

Setiap kali ada ketenangan, ibunya mengizinkan ia bermain sepak bola di luar meski khawatir.

Dzeko juga mengingat perjuangan mendapatkan air dan makanan, serta ransum militer yang jatuh dari langit.

Ia hampir berusia 10 tahun saat pengepungan berakhir, dan tak pernah bercita-cita menjadi pemain sepak bola karena segalanya hancur.

Ayahnya yang seorang pemain amatir menjadi pahlawan, mengantarnya latihan dan memberi pisang sambil berkata "Semoga beruntung, Nak."

Dzeko mengagumi penyerang Milan, Shevchenko, dan kemudian dipanggil "Sheva" oleh pelatihnya.

Pada usia 19 tahun, ia dibawa ke Republik Ceko, bergabung dengan Teplice seharga 25.000 euro, lalu ke Wolfsburg, Manchester City, dan Roma.

Kini, Dzeko aktif sebagai duta UNICEF dan dikenal rendah hati oleh rekan-rekannya.

>>> Kanada Hadapi Bosnia Tanpa Alphonso Davies di Piala Dunia 2026

Ia berharap partisipasi di Piala Dunia 2026 dapat menginspirasi talenta muda Bosnia.