Langkah pembuatannya dimulai dengan menghaluskan bawang merah, bawang putih, cabai, dan kencur.

Tumis bumbu halus tersebut hingga mengeluarkan aroma harum, lalu masukkan oncom yang telah dihancurkan.

Aduk seluruh bahan hingga matang dan bumbu meresap sempurna, kemudian tambahkan garam sesuai selera.

Langkah terakhir, campurkan tumisan oncom tersebut ke dalam nasi putih hangat, lalu aduk hingga merata.

Sajian ini dapat dihidangkan bersama lauk pendamping seperti ayam goreng, tahu, tempe, ikan asin, sambal terasi, serta lalapan segar berupa kemangi dan mentimun.

Kandungan Gizi yang Lengkap dalam Satu Piring

Seporsi tutug oncom yang disajikan bersama lauk pelengkap sebenarnya sudah memenuhi kriteria komposisi gizi yang seimbang.

Elemen karbohidrat didapatkan dari nasi sebagai sumber energi utama.

Kebutuhan zat pembangun terpenuhi melalui protein nabati pada oncom, tahu, dan tempe, serta protein hewani dari ikan asin atau ayam goreng.

Sementara itu, serat, vitamin, dan antioksidan diperoleh dari lalapan segar serta sambal.

Kombinasi menyeluruh ini membuktikan bahwa hidangan lokal yang sederhana sekalipun mampu memenuhi kebutuhan nutrisi harian tubuh secara optimal.

Momentum Mengangkat Kembali Pangan Lokal

Pengalaman di Malaysia memberikan penegasan bahwa kuliner tradisional Indonesia memiliki daya pikat kuat yang mampu menembus batas negara.

Proses pengolahan yang otentik dan keunikan rasa menjadi modal besar bagi pangan lokal untuk dikenal global.

Apresiasi dari masyarakat internasional sering kali menjadi momentum penting bagi kita untuk kembali menghargai nilai dari warisan kuliner sendiri.

Di tengah gempuran tren makanan modern, hidangan tradisional ini dapat dihadirkan kembali sebagai menu alternatif saat Lebaran.

>>> Tim Uber Indonesia Raih Medali Perunggu Piala Uber 2026

Kehadiran sepiring tutug oncom menawarkan opsi hidangan yang lebih ringan, menyehatkan, sekaligus menjaga kelestarian budaya pangan lokal.