AR Jakarta Running Coach, Aditya Madya Pamungkas (Dodit), menegaskan bahwa banyak pelari masih salah kaprah dengan menganggap mileage tinggi otomatis meningkatkan performa.

"Latihan yang benar akan meningkatkan performa sekaligus menurunkan risiko cedera.

Namun, masih banyak pelari yang berpikir semakin banyak mileage semakin baik, padahal overtraining tanpa recovery justru berbahaya bagi tubuh," ujar coach Dodit.

Dodit mengingatkan pentingnya kepekaan terhadap sinyal tubuh agar pelari mengetahui momentum tepat untuk beristirahat saat latihan.

"Kenali tanda tubuh belum siap, dan tahu kapan harus berhenti. Itu bagian dari training yang benar," tambahnya.

Fokus latihan untuk menghadapi kompetisi di Bali disarankan pada kombinasi hill training, strength training, serta penyesuaian suhu badan.

Sementara itu, AR Jakarta Sports Science & Performance Coach, Matias Ibo, menyoroti pentingnya pengelolaan energi dari fase latihan hingga race day.

Kebutuhan asupan seperti gel, cairan elektrolit, hingga metode carb-loading dinilai krusial untuk menjaga stabilitas stamina tubuh pelari.

"Semua pelari akan mengalami fase hitting the wall, namun mereka yang finish strong adalah mereka yang tahu kapan harus push through dan kapan harus pull through," ujar coach Matias.

>>> Konsolidasi BUMN Gula Dinilai Penting, Petani Masih Hadapi Masalah Harga

Inisiatif Maybank Indonesia melalui RTMM 2026 diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan berolahraga yang aman, konsisten, dan sehat dalam jangka panjang.