"PLTS pada kapal OB Patra 2303 mampu mensubstitusi kebutuhan energi hingga enam jam operasional kapal. Dengan implementasi ini, konsumsi bahan bakar dapat ditekan secara signifikan," ungkap John.

Manajemen memperkirakan teknologi ini mampu menghemat pemakaian solar hingga 28,08 kiloliter per tahun. Keberhasilan implementasi memperkuat peluang transisi energi pada sektor transportasi laut nasional.

Direktur Perencanaan Bisnis PIS, Eka Suhendra, memandang proyek ini sebagai pencapaian krusial bagi peta jalan dekarbonisasi maritim grup Pertamina.

Pemanfaatan tenaga surya melengkapi berbagai perangkat efisiensi energi yang sudah diadopsi sebelumnya.

>>> Tugu Pratama Indonesia Raup Pendapatan Jasa Rp2,6 Triliun pada Kuartal I-2026

"Keberhasilan proyek ini memperlihatkan bahwa transisi energi dapat berjalan melalui kolaborasi, inovasi, dan keberanian menghadirkan teknologi baru," tutur Eka.