Keamanan digital menjadi isu krusial di tengah ketergantungan masyarakat pada aplikasi pesan instan. WhatsApp sebagai platform komunikasi utama telah dilengkapi enkripsi end-to-end dan fitur keamanan berlapis.

Namun, celah keamanan tetap bisa terbuka akibat kelalaian pengguna. Dikutip dari Media Indonesia, kelalaian tersebut seperti kebocoran kode verifikasi atau serangan phishing.

>>> Review Film: Backrooms (2026) – Horor Psikologis yang Membingungkan

Memahami tanda-tanda akun yang telah dikompromikan menjadi langkah awal melindungi data pribadi. Berdasarkan pola serangan siber yang umum, terdapat beberapa indikasi kuat akun WhatsApp sedang diakses pihak lain.

Tanda-Tanda Akun WhatsApp Disadap

Indikator paling valid adalah adanya perangkat asing di menu "Perangkat Tertaut".

Jika menemukan browser atau komputer yang tidak dikenal terdaftar, besar kemungkinan akun sedang dipantau melalui WhatsApp Web atau Desktop.

Pakar keamanan dari Kaspersky menyatakan bahwa penambahan perangkat melalui fitur "Linked Devices" merupakan metode paling umum memata-matai aktivitas korban tanpa memutus akses di ponsel utama.

Ciri lainnya adalah munculnya pesan yang tidak pernah dikirim oleh pemilik akun. Waspadalah jika kontak melaporkan adanya kiriman pesan aneh, permintaan uang, atau tautan mencurigakan.

Pelaku kejahatan siber sering memanfaatkan akun korban untuk melancarkan aksi penipuan lebih lanjut.

Chat yang tiba-tiba terhapus atau berubah status menjadi sudah terbaca juga menjadi sinyal adanya akses simultan dari perangkat lain.

Indikasi lain berupa penerimaan kode verifikasi tanpa adanya permintaan. Masuknya SMS berisi kode OTP secara tiba-tiba menandakan seseorang sedang mencoba mendaftarkan nomor tersebut di perangkat baru.

"Jangan pernah membagikan kode ini kepada siapa pun," tulis laporan tersebut.

Perubahan profil secara misterius seperti foto, nama tampilan, hingga status yang tidak dilakukan sendiri juga menunjukkan kendali akun telah berpindah tangan.