Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman merespons kritik yang belakangan gencar dialamatkan ke pemerintah. Ia meminta masyarakat lebih bijaksana saat menyampaikan pendapat di muka umum.

Dudung menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak antikritik. Menurutnya, pemerintah justru membuka ruang bagi publik untuk menyuarakan pendapat soal kebijakan dan kinerja.

>>> BI Optimistis Rupiah Terus Menguat ke Level Fundamental

Namun, ia mengingatkan bahwa dalam demokrasi, kritik harus memiliki motif membangun. Bukan bertujuan meruntuhkan atau memecah belah bangsa.

Ia membedakan kritik dengan penyampaian pendapat yang bersifat provokasi, fitnah, atau adu domba.

"Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bekerja membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan bermartabat," ujar Dudung dalam video di Instagram KSP, Jumat (12/6/2026).

>>> Telkomsel Raih Tiga Penghargaan di Twimbit Telecom Awards 2026

Dudung mengajak seluruh elemen bangsa merapatkan barisan dan merawat persatuan menuju Indonesia Emas 2045. Ia juga menyinggung sejarah panjang Indonesia bertahan dari berbagai upaya perpecahan.

Ia menyebut gerakan seperti PKI, DI/TII, RMS, dan gerakan separatis lainnya.

>>> Kementerian ATR/BPN Usulkan Tambahan Anggaran Rp 3,23 Triliun untuk 2027

Indonesia, kata dia, terus berupaya tetap utuh meski dilanda konflik sosial politik di Papua dan daerah lain.