Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengusulkan tambahan pagu anggaran sebesar Rp 3,23 triliun untuk tahun 2027.

Usulan itu disampaikan kepada Komisi II DPR RI pada Jumat, 12 Juni 2026.

>>> Banjir Pertama dalam 19 Tahun, Keluarga Ini Alami Momen Panik

Dana tambahan tersebut direncanakan untuk mempercepat pembangunan Program 3 Juta Rumah di Indonesia.

Selain itu, alokasi dana sebesar Rp 3.233.564.877.718 juga akan digunakan untuk belanja pegawai, penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), serta rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah pascabencana.

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mengatakan, "Ini sifatnya usulan, kalau disetujui alhamdulillah."

Pengajuan ini melengkapi pagu indikatif awal rencana kerja Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp 10.608.191.532.000.

Dana Rp 10,6 triliun itu diproyeksikan untuk operasional kementerian, peningkatan layanan pertanahan, akselerasi program strategis nasional, dan penataan ruang.

>>> Pengguna ChatGPT Tembus 1 Miliar di Tengah Lonjakan Adopsi AI Global

Nusron menjelaskan, pagu indikatif ATR/BPN 2027 difokuskan pada program dukungan manajemen sebesar Rp 7,31 triliun (68,9 persen), program pengelolaan dan pelayanan pertanahan Rp 2,56 triliun (24,2 persen), serta program penyelenggaraan penataan ruang Rp 724 miliar (6,8 persen).

Kementerian juga melaporkan realisasi keuangan hingga awal Juni 2026.

Penyerapan dana mencapai Rp 3.184.895.696.643 dari total pagu anggaran tahun ini Rp 8.791.048.122.000.

"Penyerapan anggaran per 6 Juni 2026 sebesar Rp 3,18 triliun atau 36,23 persen. Meningkat year on year dibandingkan 2025 yang sebesar 35,40 persen.

Naik 0,9 persen," ungkap Nusron.

>>> OIKN Petakan 16 Instansi Prioritas untuk Pindah ke IKN

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf menyatakan, "Komisi II DPR RI mendukung sepenuhnya usulan tambahan anggaran tersebut dan akan membahasnya secara mendalam pada Raker dan RDP yang akan datang."