Purbaya Buka Suara soal Kipas Angin Kopdes Rp 1,8 Triliun, Ini Penanggung Jawabnya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara terkait polemik pengadaan kipas angin dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang disebut menghabiskan anggaran Rp 1,8 triliun.
Purbaya mengaku belum mengetahui detail proyek tersebut dan akan melakukan pengecekan lebih lanjut.
>>> Ferran Torres Dikabarkan Dekat dengan Penyanyi Ana Mena di Pesta Kemenangan Piala Dunia 2026
"Saya nggak tahu yang... saya nggak tahu.
Nanti saya cek," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (24/7).
Ia menjelaskan bahwa pengadaan barang dalam program Kopdes berada di bawah tanggung jawab PT Agrinas Pangan Nusantara.
Kementerian Keuangan hanya membayar cicilan utang modal melalui Dana Desa yang dialokasikan dalam APBN.
"Mungkin kalau koperasi kan memang itu yang tanggung jawab si Agrinas kan. Kita hanya bayar cicilannya saja.
Cuma manajemen segala macam di sana," beber Purbaya.
Sorotan DPR dan Klarifikasi Menteri Koperasi
Sebelumnya, isu ini mencuat di DPR.
>>> Mobil Listrik Bikin Jakarta Kehilangan Potensi Pajak Rp2 Triliun
Anggota Komisi VI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mempertanyakan kebenaran proyek tersebut dalam rapat dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono.
Mufti menilai harga kipas angin di pasaran jauh lebih murah, sekitar Rp 300 ribu per unit, sehingga pengadaan dalam jumlah besar seharusnya bisa lebih efisien.
Menjawab hal itu, Ferry menegaskan pihaknya tidak melakukan pengadaan kipas angin.
Ia memberi ilustrasi bahwa jika yang dimaksud adalah tipe tertentu seperti Imatsu MDF, harganya bisa mencapai Rp 11 juta per unit.
"Kemudian juga soal kipas angin ini saya nggak tahu, ini kan pengadaannya bukan di kami Pak, tapi rasanya angka yang ada itu kalau bentuk kipas anginnya yang model ada di Imatsu MDF itu harganya di Shopee ini Rp 11.464.000.
Jadi apa namanya, tapi itu saya nggak tahu persis," jawab Ferry.
Ferry juga menekankan bahwa Kementerian Koperasi telah menyiapkan sistem Simkopdes untuk menampilkan data barang subsidi yang diterima koperasi desa, termasuk transparansi jumlah dan distribusinya.
Update Terbaru
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Perjalanan Emosional Ibu dan Anak dalam The Journey to Gyeongju
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Festival musik global Fanomenon siap digelar Korea Selatan di LA pada 2028
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Boy band NouerA kembali lewat EP keempat berjudul .exe dengan konsep cinta
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Kecelakaan Maut Ferrari SF90 Terbelah Dua di Australia, Pengemudi Selamat
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Eks Insinyur VW Didakwa Insider Trading Saham Rivian dan Cari Batas Waktu Hukum
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Barclays, Halifax, dan Lloyds Alami Gangguan Massal Akses Rekening
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Susunan Pemain Laga Indonesia vs Kamboja: Debut Baker Warnai Lini Depan Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Danantara Masuk KSSK, Prabowo Ingin Kebijakan Ekonomi Lebih Luas
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Sebut AS Geng Mafia dan Abaikan Hukum, Iran Ajukan Syarat Diplomasi
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB







