Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyetujui langkah pengenceran uranium diperkaya tinggi milik Iran langsung di wilayah negara tersebut di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Keputusan strategis untuk meredakan krisis nuklir ini dilaporkan oleh Axios pada Jumat, 12 Juni 2026.

>>> Dua Ganda Putri Indonesia Lolos ke Semifinal Australian Open 2026

Kebijakan tersebut menandai pergeseran besar dari sikap pemerintah Amerika Serikat sebelumnya yang bersikap keras.

Dilansir dari Investor Daily, pihak Washington pada awalnya menuntut pemindahan seluruh material nuklir yang telah diperkaya tinggi keluar dari wilayah Iran secara total.

Detail Perjanjian dan Nota Kesepahaman

Detail teknis mengenai pelaksanaan pemantauan program nuklir ini akan diatur dalam perjanjian komprehensif lanjutan.

Langkah hukum tersebut bakal disusun secara terpisah setelah penandatanganan nota kesepahaman antara pihak Amerika Serikat dan Iran diselesaikan.

>>> Mirza IBL Rilis Single Selalu Remaja Bernuansa City Pop Disco Era 80-an

Nota kesepahaman yang ditargetkan rampung paling cepat akhir pekan ini juga mengatur pemulihan jalur dagang.

Kesepakatan tersebut meliputi pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa biaya transit serta pemulihan volume pengiriman barang ke tingkat sebelum konflik dalam waktu 30 hari.

Ketegangan militer kedua negara sendiri sempat memuncak sejak awal tahun 2026 akibat serangkaian insiden saling serang.

>>> PT Timah Anggarkan Capex Rp450 Miliar untuk Ekspansi Bisnis 2026

Meskipun gencatan senjata sementara disepakati pada 7 April 2026, proses negosiasi lanjutan di Islamabad sempat menemui jalan buntu sebelum adanya kompromi terbaru ini.