PT Timah Tbk (TINS) resmi mengalokasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp450 miliar untuk periode tahun buku 2026.

Keputusan ini telah mendapat persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

>>> Katanetizen Soroti Pentingnya Kualitas Kehadiran Orang Tua untuk Anak

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Timah Tbk, Fina Eliani, menyatakan besaran capex yang disetujui sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sekitar Rp450 miliar.

Sumber pendanaan utama berasal dari sisa laba bersih tahun buku 2025 yang ditempatkan sebagai laba ditahan.

RUPST menetapkan rasio pembayaran dividen sebesar 50 persen, sehingga sisa keuntungan akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan.

Perusahaan mencatatkan pertumbuhan laba bersih 10,08 persen secara tahunan menjadi Rp1,31 triliun pada 2025, dari sebelumnya Rp1,19 triliun.

Dari laba tersebut, perusahaan akan membagikan dividen total Rp656,8 miliar kepada pemegang saham.

>>> Menakar Keterbukaan Emosional dan Hilangnya Ruang Sunyi dalam Budaya Berbagi

Fokus pada Bisnis Inti dan ESG

Manajemen menegaskan fokus utama penggunaan dana adalah memperkuat lini bisnis inti sepanjang tahun buku mendatang.

Langkah penguatan difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi fasilitas peleburan (smelter) yang sempat menurun pada 2025.

Fina Eliani menjelaskan bahwa fokus PT Timah di 2026 masih sama dengan 2025, yaitu penguatan core bisnis dengan peningkatan kapasitas produksi smelter.

Selain itu, sebagian anggaran belanja modal disisihkan untuk mendukung program lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

>>> Bareskrim Tetapkan Lima Tersangka Kasus Emas Ilegal Pemurnian

Rencana ESG akan direalisasikan melalui pengurangan pemakaian tenaga listrik secara bertahap, termasuk penambahan panel surya di fasilitas produksi Muntok dan anak perusahaan.