Bagi investor konservatif, porsi instrumen pasar uang dan kas dapat ditingkatkan hingga 55%-60% dengan membatasi porsi saham.

"Ketidakpastian nilai tukar, suku bunga, dan arus modal masih cukup tinggi.

Namun seluruh dana juga tidak perlu hanya ditempatkan di kas karena volatilitas sering membuka peluang membeli aset berkualitas pada harga yang lebih menarik," kata Josua.

Faktor eksternal lain yang harus dicermati investor mencakup imbal hasil obligasi pemerintah AS, indeks dolar AS, harga komoditas, hingga konflik di Timur Tengah.

>>> Enam Shio Diprediksi Alami Lonjakan Keberuntungan pada 13 Juni 2026

Sementara dari dalam negeri, indikator utamanya adalah aliran dana asing di pasar SBN, saham, dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), neraca dagang, defisit transaksi berjalan, inflasi, serta kebijakan subsidi energi dan kepastian regulasi usaha.