Piala Dunia 2026 akan membuat banyak penggemar sepak bola di Indonesia kembali begadang.

Perbedaan waktu dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko membuat sebagian besar pertandingan berlangsung pada malam hingga dini hari WIB.

>>> Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS

Sesekali begadang untuk menonton pertandingan mungkin tidak menjadi masalah. Namun, jika dilakukan berulang selama turnamen berlangsung, kebiasaan ini dapat mengganggu pola tidur dan berdampak pada kesehatan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa begadang yang terlalu sering dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme, obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga masalah kesehatan mental.

Mengapa Ada Orang yang Lebih Kuat Begadang?

Setiap manusia punya jam tubuh yang berbeda, yang mengatur kapan kita mengantuk dan kapan paling berenergi. Ada tiga tipe utama: tipe malam, tipe pagi, dan tipe menengah.

Tipe malam tidur larut dan paling produktif di malam hari, sehingga paling siap nonton semua pertandingan.

Tipe pagi cepat mengantuk di malam hari, sementara tipe menengah bisa beradaptasi di keduanya.

Masalah muncul ketika jadwal tidur alami bertabrakan dengan jadwal siaran pertandingan. Ketidaksesuaian ritme tubuh inilah yang perlahan memicu berbagai gangguan kesehatan.

Risiko Kesehatan Sering Begadang

Selama sebulan penuh Piala Dunia, pola tidur pasti akan berubah drastis. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan begadang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi.

1. Risiko Diabetes dan Tekanan Darah Naik: Begadang mengganggu keseimbangan hormon dan memicu peradangan.

Akibatnya, kemampuan tubuh mengatur kadar gula darah jadi kacau, dan risiko diabetes meningkat.

Kebiasaan teman nonton seperti camilan asin, gorengan, atau minuman manis juga menjadi bom waktu bagi tekanan darah. Tekanan darah mudah melonjak jika jam tidur berubah-ubah.