Jangan Sepelekan Begadang Saat Nonton Piala Dunia 2026, Ini Risikonya
2. Lebih Gampang Emosi dan Bad Mood: Penelitian membuktikan, orang yang begadang cenderung lebih sulit mengendalikan emosi.
Kita jadi lebih gampang kesal dan susah melihat sisi positif.
3. Berat Badan Naik Tanpa Sadar: Begadang mengubah hormon rasa lapar dan kenyang.
Hormon kenyang (leptin) turun, sementara hormon lapar (ghrelin) naik tajam, ditambah kebiasaan makan tanpa sadar saat menonton.
4.
>>> Cecina vs Biltong: Perbedaan Daging Kering Meksiko dan Afrika Selatan
Utang Tidur yang Sulit Dibayar: Tidur berjam-jam di siang hari tidak bisa mengganti kualitas istirahat malam yang hilang.
Akibatnya, tubuh tetap terasa lemas dan tidak fokus.
5.
Risiko Jangka Panjang: Umur Lebih Pendek: Sebuah studi tahun 2018 menyebutkan bahwa orang tipe burung malam punya risiko kematian dini 10% lebih tinggi.
Begadang boleh sesekali, tapi jika jadi gaya hidup rutin, dampaknya serius.
6. Remaja Lebih Berisiko: Remaja butuh sekitar 9 jam tidur.
Kurang tidur dikaitkan dengan peningkatan perilaku berisiko, susah konsentrasi belajar, hingga kebiasaan merokok atau minum alkohol.
Cara Aman Nikmati Piala Dunia 2026 Tanpa Merusak Kesehatan
Meski genetika menentukan 50% kebiasaan tidur, separuh sisanya masih bisa diatur. Kuncinya ada pada konsistensi dan penyesuaian bertahap.
Atur jam tidur secara bertahap: mulai beberapa hari sebelum pertandingan, biasakan tidur lebih lambat 15-30 menit setiap malam.
Jangan tiba-tiba begadang sampai pagi di hari pertama.
Cari cahaya matahari pagi: meski baru tidur jam 4 pagi, usahakan tetap bangun di jam yang sama seperti biasa.
Ini membantu tubuh tetap mengenali ritme siang dan malam.
Kurangi cahaya terang saat nonton: cahaya layar HP atau lampu ruangan yang terlalu terang membuat otak mengira itu siang.
Redupkan lampu agar setelah pertandingan tubuh cepat rileks.
Jaga isi piring: ganti camilan gorengan atau manis dengan buah, kacang-kacangan, atau air putih. Hindari kafein berlebihan di jam-jam akhir malam.
>>> Harapan Perdamaian AS-Iran Menguat Setelah Pernyataan Trump
Bantuan melatonin jika perlu: jika ritme tubuh sudah sangat kacau, konsultasikan dengan dokter mengenai suplemen melatonin. Jangan jadikan kebiasaan jangka panjang.
Update Terbaru
Diabetes Tak Terkontrol Picu Masalah Mulut dan Gusi Serius
Jumat / 12-06-2026, 18:25 WIB
PT Timah Jajaki Kerja Sama dengan Yunnan Tin untuk Tingkatkan Cadangan
Jumat / 12-06-2026, 18:25 WIB
Sinopsis Primal, Film Nicolas Cage Tayang di Bioskop Trans TV 12 Juni 2026
Jumat / 12-06-2026, 18:25 WIB
Kurs Rupiah 12 Juni 2026 Menguat ke Rp 17.860 per Dolar AS
Jumat / 12-06-2026, 18:24 WIB
Korsel Balikkan Keadaan, Kalahkan Ceko 2-1 di Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 18:24 WIB
Geliat Usaha di Bawah Flyover Martadinata, Antara Peluang dan Penataan
Jumat / 12-06-2026, 18:24 WIB
Bank BSN dan Muhammadiyah Jalin Kerja Sama Perbankan Terintegrasi
Jumat / 12-06-2026, 18:24 WIB
Trafik Web Claude Melonjak 855%, Siap Geser Dominasi ChatGPT
Jumat / 12-06-2026, 18:21 WIB
ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Aktif Bulanan di Tengah Skeptisisme AI
Jumat / 12-06-2026, 18:21 WIB
Yamaha Buka Stan Khusus di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Hadirkan MX King 150 Livery Prima Pramac
Jumat / 12-06-2026, 18:21 WIB
Monash University Buka Program Pendampingan Beasiswa LPDP 2026, Kuota 250 Orang
Jumat / 12-06-2026, 18:20 WIB
Dilema Kesejahteraan Guru dan Mutu Pendidikan: Ketika Guru Harus Bekerja Sampingan
Jumat / 12-06-2026, 18:20 WIB
Vicky Prasetyo Dilaporkan ke Polisi Terkait Kasus Audio Kafe
Jumat / 12-06-2026, 18:20 WIB
PT Sumaco Wahana Utama Targetkan Rampungkan Administrasi Impor Tiffany Co pada 26 Juni
Jumat / 12-06-2026, 18:20 WIB






