Harapan tercapainya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran kembali menguat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan dapat ditandatangani secepatnya pada akhir pekan ini.

Namun, Teheran menegaskan bahwa mereka masih belum mengambil keputusan final terkait perjanjian tersebut.

>>> Pemerintah Matangkan Reformasi Subsidi untuk Tekan Beban APBN

Apabila benar-benar terwujud, kesepakatan ini akan menjadi terobosan diplomatik paling signifikan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.

Konflik tersebut telah menewaskan ribuan orang sekaligus memicu lonjakan harga energi global setelah Iran hampir sepenuhnya menutup Selat Hormuz bagi aktivitas pelayaran internasional.

Pernyataan Trump dan Respons Iran

"Kami baru saja mencapai penyelesaian yang luar biasa untuk perang dengan Iran," kata Donald Trump kepada para wartawan di Gedung Putih, Kamis (11/6).

Trump juga menyampaikan bahwa Selat Hormuz akan kembali dibuka secara resmi setelah penandatanganan kesepakatan.

"Selat itu akan resmi dibuka segera setelah kami menandatangani perjanjian, yang bisa terjadi dalam waktu dekat, sangat dekat, mungkin pada akhir pekan ini di Eropa," ujarnya.

Menurut Trump, Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan menghadiri proses penandatanganan tersebut.

Saat ditanya apakah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei telah menyetujui kesepakatan itu, Trump menjawab, "Sejauh yang saya pahami, jawabannya adalah ya."

Sejak pertengahan Maret, Trump berulang kali menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang sudah semakin dekat.

Namun, kedua negara masih saling melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir sehingga memperumit gencatan senjata yang diumumkan pada April lalu.

Di sisi lain, media Iran mengutip Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei yang mengatakan sebagian besar isi perjanjian telah dirampungkan.