"Hal yang paling penting adalah tidak boleh ada senjata nuklir di Iran.

Artinya, tidak boleh dikembangkan maupun dibeli," kata Trump dalam sebuah acara kampanye yang disampaikan melalui sambungan telepon.

Serangan Balasan dan Tantangan Politik

Sebelumnya pada Kamis, Trump sempat menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menyerang Iran "dengan sangat keras malam ini" dan dalam jangka panjang ingin menguasai pusat infrastruktur minyak Iran di Pulau Kharg.

Konflik ini juga menjadi tantangan politik bagi Gedung Putih.

Sejumlah jajak pendapat menunjukkan tingkat persetujuan terhadap Trump menurun seiring meningkatnya ketidakpuasan publik akibat tingginya harga bensin.

Sebagian anggota Partai Republik secara terbuka mengkhawatirkan bahwa perang yang tidak populer di mata publik dapat mengancam peluang mereka mempertahankan kendali atas Kongres dalam pemilu paruh waktu November mendatang.

Di sisi lain, Trump juga harus mengakomodasi kelompok garis keras terkait Iran di internal Partai Republik yang menginginkan setiap kesepakatan benar-benar menutup jalan Teheran untuk mengembangkan senjata nuklir.

Respons Negara-Negara Timur Tengah

Reaksi negara-negara di kawasan Timur Tengah diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi kesepakatan tersebut.

Melalui media sosial, Trump menyatakan bahwa perjanjian itu telah memperoleh persetujuan dari sejumlah negara, termasuk Israel, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Namun, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel bukan merupakan pihak dalam nota kesepahaman dengan Iran.

Menurut ringkasan pernyataan resmi setelah percakapan antara Netanyahu dan Trump, pemimpin Israel tersebut menyampaikan apresiasi atas komitmen Trump untuk mengupayakan kesepakatan yang mencakup penghapusan material uranium yang telah diperkaya, pembongkaran infrastruktur pengayaan uranium, pembatasan produksi rudal, serta penghentian dukungan terhadap kelompok-kelompok proksi di kawasan.

Sementara itu, Teheran juga terus menuntut agar serangan Israel di Lebanon dihentikan.

>>> Kakang Rudianto Jagokan Portugal Juara Piala Dunia 2026

Pertempuran di negara tersebut masih berlangsung sebagai bagian dari konflik paralel antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.