Meski demikian, Iran menegaskan tidak akan mengorbankan prinsip-prinsip utama yang menjadi garis merah negaranya.

"Kami belum mencapai keputusan akhir mengenai masalah ini.

Ini merupakan isu yang sangat penting dan saat ini masih sedang ditinjau oleh lembaga-lembaga pengambil keputusan yang berwenang," ujar Baghaei.

Dampak di Pasar Keuangan dan Ketegangan Berlanjut

Optimisme atas peluang tercapainya perdamaian mendorong penguatan pasar saham Asia pada Jumat (12/6), mengikuti reli pasar global.

Sementara itu, harga minyak dunia turun ke level terendah dalam dua bulan terakhir.

Meski demikian, situasi di sekitar Selat Hormuz masih diliputi ketegangan.

Seorang pejabat AS mengatakan bahwa pasukan Amerika menembak jatuh dua drone serang sekali pakai milik Iran setelah Teheran berupaya menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.

Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa militer negara itu menghentikan sebuah kapal tanker yang hendak melintasi Selat Hormuz.

>>> Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 118 FIFA Usai Sapu Bersih Kemenangan

Laporan tersebut turut menyebut adanya suara ledakan yang terdengar pada Jumat pagi.

Pengumuman Trump muncul setelah ia membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran dengan alasan adanya kemajuan dalam proses perundingan.

"Ini adalah sebuah nota kesepahaman yang sangat kuat, meskipun masih bersifat konseptual," kata Trump.

Isu Nuklir dan Tuntutan Iran

Trump berulang kali menegaskan bahwa kesepakatan damai harus menjamin Iran tidak dapat mengembangkan senjata nuklir.

Iran sendiri terus membantah tuduhan bahwa mereka tengah mengejar kepemilikan senjata tersebut.

Sebaliknya, Iran mengajukan sejumlah tuntutan, termasuk pencabutan sanksi internasional, pembebasan miliaran dolar aset yang dibekukan, serta pengakuan atas kendali mereka terhadap Selat Hormuz.