Piala Dunia 2026 mempertemukan Meksiko dan Afrika Selatan di Grup A, tidak hanya dalam persaingan sepak bola, tetapi juga dalam tradisi kuliner daging kering.

Meksiko memiliki cecina, sementara Afrika Selatan menyajikan biltong. Kedua makanan tradisional ini memiliki karakteristik yang berbeda.

>>> Harapan Perdamaian AS-Iran Menguat Setelah Pernyataan Trump

Cecina, Daging Kering Khas Meksiko

Cecina adalah daging sapi atau babi yang diiris sangat tipis. Hidangan ini terkenal di wilayah Morelos.

Awalnya, cecina berfungsi sebagai bekal perjalanan karena daya tahannya yang lama. Proses pembuatannya melibatkan penggaraman dan penjemuran di bawah sinar matahari selama dua hingga tiga hari.

Setelah itu, daging dipanggang di atas bara arang. Hasilnya adalah rasa asin ringan dengan aroma khas.

>>> Pemerintah Matangkan Reformasi Subsidi untuk Tekan Beban APBN

Biltong, Daging Kering Afrika Selatan

Biltong memiliki variasi bahan dasar yang lebih beragam. Selain daging sapi atau babi, masyarakat Afrika Selatan juga menggunakan daging ikan, burung unta, hingga daging kudu.

Biltong diolah dengan campuran rempah-rempah seperti garam batu, ketumbar bubuk, allspice, lada hitam, dan cuka. Cuka berfungsi sebagai pengawet alami sekaligus melunakkan serat daging.

>>> Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 118 FIFA Usai Sapu Bersih Kemenangan

Hasilnya adalah tekstur kenyal mirip steak yang bisa langsung dikonsumsi tanpa dimasak lagi.