Pasar Papringan Ngadiprono menghadirkan pengalaman belanja tradisional di tengah kebun bambu yang memadukan ekologi, budaya lokal, dan pemberdayaan masyarakat.

Destinasi di Kabupaten Temanggung ini menjadi ruang wisata ekobudaya yang direkomendasikan bagi pencinta kuliner lawas dan suasana alam asri.

>>> PT Timah Bagikan Dividen Rp 656,8 Miliar dari Laba 2025

Informasi Praktis Pasar Papringan Ngadiprono

Lokasi pasar berada di Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, Temanggung.

Pasar beroperasi pada Minggu Pon dan Minggu Wage, yaitu dua kali dalam siklus 35 hari penanggalan Jawa.

Aktivitas sudah ramai sejak pukul 07.47 pagi.

Alat pembayaran menggunakan potongan bambu khusus bernama pring senilai Rp2.000 per buah.

Sisa pring tidak dapat ditukar kembali ke uang tunai.

Desain dan Suasana Kawasan

Kawasan ini memanfaatkan ekosistem kebun bambu secara alami tanpa merusak karakter aslinya.

Jalan setapak menggunakan susunan bebatuan bulat untuk menjaga resapan air dan mencegah terpeleset.

Rimbunnya rumpun bambu menyaring cahaya matahari, menciptakan atmosfer teduh, sejuk, dan estetis.

Sajian Kuliner dan Sistem Transaksi

Pengunjung wajib menukar uang tunai dengan koin bambu pring untuk bertransaksi di area kuliner.

Pasar menyajikan hidangan tradisional yang mulai langka, seperti onde-onde, klepon, lupis, cenil, soto ayam, nasi gono, dan kupat tahu.

Minuman unik yang tersedia antara lain dawet hangat dan wedang pring.

>>> Meta Alami Gangguan Layanan Global pada Facebook dan Instagram

Aktivitas Budaya dan Edukasi Lingkungan

Suasana pasar dilengkapi panggung terbuka dengan alunan musik gamelan langsung dari area duduk teater.

Terdapat area permainan tradisional interaktif sebagai sarana edukasi anak untuk mengurangi ketergantungan pada gawai digital.

Komitmen ramah lingkungan diterapkan melalui penggunaan bungkus daun pisang, wadah pincuk, anyaman bambu, batok kelapa, dan tempat sampah dari keranjang bambu organik.