>>> Pemprov Bengkulu Susun Rencana Perlindungan Ekosistem Mangrove 2026–2055

Dony Oskaria juga meluruskan anggapan keliru mengenai kondisi keuangan BUMN.

Dirinya menegaskan bahwa secara konsolidasi perusahaan pelat merah tetap membukukan laba besar dan menjadi pilar ekonomi dengan kontribusi Rp 600-700 triliun per tahun.

"BUMN itu untung. Tahun 2025 itu (untung) Rp 335 triliun.

Jadi itu bohong kalau billing BUMN itu secara konsolidasi rugi. Itu bohong.

Yang rugi itu hanya Rp 20 triliun," jelas Dony.

Nilai keuntungan tersebut berpeluang mengalami kenaikan seiring dengan proses efisiensi dan penyehatan perusahaan yang terus berjalan.

Selain menyetor laba, BUMN memberikan kontribusi besar bagi pendapatan negara melalui berbagai komponen perpajakan serta setoran resmi lainnya.

"Kontribusi BUMN itu terhadap pendapatan negara, di luar dari laba plus pajak, itu kurang lebih hampir sekitar Rp 600-700 triliun setiap tahun.

Jadi BUMN kita itu besar," pasar Dony.

Saat ini, sejumlah langkah strategis sedang diimplementasikan untuk mendongkrak kontribusi tersebut, termasuk penyederhanaan jumlah entitas, konsolidasi internal, dan penyusunan peta jalan baru.

"Kita mengurangi dulu jumlah perusahaan kita. Kita melakukan konsolidasi dalam perusahaan kita.

>>> Acer Indonesia Gandeng 50 Sekolah Kelola 5 Ton Limbah Elektronik

Kita membangun roadmap yang baru. Kita membangun competitive advantage daripada perusahaan kita," jelas Dony.