Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat siang, 12 Juni 2026.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.03 WIB di pasar spot exchange, rupiah menguat 74,50 poin atau 0,41 persen ke posisi Rp 17.915 per dolar AS.

>>> Arus Minyak Non-Iran di Selat Hormuz Melonjak 50 Persen pada Juni 2026

Indeks dolar AS tercatat turun 0,09 persen ke level 99.764 pada saat yang sama.

Pada sesi pembukaan pagi hari, rupiah sudah berada di zona hijau dengan penguatan 59 poin atau 0,33 persen ke level Rp 17.939 per dolar AS.

Pergerakan ini berbeda dari proyeksi sebelumnya yang memperkirakan risiko pelemahan.

Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi sebelumnya memprediksi rupiah akan fluktuatif dan cenderung melemah di kisaran Rp 17.980 hingga Rp 18.030 per dolar AS.

"Laporan inflasi memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dan bahkan dapat melanjutkan pengetatan kebijakan moneter akhir tahun ini jika tekanan harga terus berlanjut," ujar Ibrahim pada Kamis (11/6/2026).

>>> Ahli Waris Wajib Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan, Ini Syaratnya

Di sisi lain, intervensi otoritas moneter dalam negeri mulai membuahkan hasil.

Bank Indonesia (BI) menyatakan bauran kebijakan moneter yang dijalankan memberikan efek positif terhadap ketahanan dan penguatan nilai tukar rupiah.

Strategi struktural yang telah dieksekusi BI meliputi kenaikan suku bunga acuan menjadi 5,5 persen, peningkatan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), dan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan dampak kebijakan ini terlihat dari tingginya minat investor global.

Aliran masuk modal asing ke instrumen SRBI meningkat pasca lelang pada 10 Juni 2026, diikuti masuknya modal ke pasar SBN tenor pendek dan menengah.

>>> Blibli Luncurkan House of Scent untuk Atasi Keraguan Belanja Parfum Online

"Sejalan dengan perkembangan tersebut, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami penguatan dan kembali berada di bawah level Rp 18.000 per dolar AS," tutur Ramdan dalam keterangan resmi pada Jumat (12/6/2026).