PT Indo Kordsa Tbk (BRAM) tetap membagikan dividen tunai meskipun mencatatkan kerugian sepanjang tahun buku 2025.

Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 4 Juni 2026.

>>> Cara Mudah Mengetahui Status Desil DTSEN Juni 2026

Emiten manufaktur ban ini menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp200 per saham dengan total nilai sekitar Rp90 miliar.

Dividen tersebut berasal dari saldo laba ditahan.

Jadwal Pembagian Dividen

Investor yang ingin mendapatkan dividen perlu memperhatikan jadwal berikut.

Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 12 Juni 2026, sedangkan ex dividen pada 15 Juni 2026.

Untuk pasar tunai, cum dividen pada 17 Juni 2026 dan ex dividen pada 18 Juni 2026.

Recording date ditetapkan pada 17 Juni 2026, dan pembayaran dividen akan dilakukan pada 22 Juni 2026.

>>> Rupiah Menguat ke Bawah Rp18.000 Usai BI Naikkan Suku Bunga

Lonjakan Kinerja Kuartal I 2026

Meskipun pendapatan kuartal I 2026 tercatat Rp625,8 miliar atau turun 10,5% secara tahunan, laba bersih perusahaan melonjak tajam 129,6% menjadi Rp96,2 miliar.

Capaian ini berbanding terbalik dengan tahun buku 2025 yang mencatat rugi bersih Rp38,9 miliar.

EBITDA juga meningkat signifikan 101% menjadi Rp117,8 miliar. Laba kotor memang terkoreksi 21,2% menjadi Rp88,9 miliar, namun efisiensi biaya mendorong lonjakan laba bersih.

Neraca Keuangan yang Sehat

Hingga akhir Maret 2026, posisi kas dan setara kas BRAM mencapai Rp612,8 miliar. Total aset perusahaan tercatat Rp4,78 triliun dengan ekuitas Rp3,86 triliun.

Rasio utang terhadap ekuitas (DER) berada di level aman 0,24 kali. Struktur permodalan yang kokoh menjadi fondasi bagi kelangsungan usaha dan tradisi pembagian dividen.

>>> Kemendikdasmen Umumkan Hasil Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu 2026

Jika tren pertumbuhan kuartalan dapat dipertahankan, laba bersih tahunan berpotensi menembus Rp380 miliar. Fundamental yang kuat membuat saham BRAM tetap dicermati pelaku pasar.