Pakar Keamanan Chris Roberts Klaim Retas Sistem Pesawat Lewat Hiburan Penumpang
Isu keamanan siber di industri penerbangan kembali menyoroti nama Chris Roberts, pakar keamanan komputer asal Amerika Serikat.
Pada 2015, ia mengeklaim berhasil menembus sistem pesawat komersial melalui jaringan hiburan penumpang (in-flight entertainment/IFE).
>>> 8 Jenis BBM Pertamina untuk Mesin Bensin dan Diesel
Roberts bahkan mengaku sempat mengontrol sistem kendali mesin hingga membuat pesawat sedikit keluar dari jalur penerbangan.
Pernyataan itu memicu penyelidikan intensif oleh Biro Investigasi Federal AS (FBI) dan mengguncang otoritas penerbangan global.
Namun, klaim dari pakar perusahaan One World Labs ini masih memicu perdebatan besar karena ketiadaan bukti publik yang independen.
Cara Meretas Melalui Seat Electronic Box
Aksi ini bermula ketika Roberts menghubungkan laptop pribadinya ke Seat Electronic Box yang berada tepat di bawah kursi penumpang.
Kotak elektronik tersebut berfungsi sebagai komputer pembagi sistem hiburan untuk para penumpang.
Melalui perangkat itu, ia mengaku masuk ke Thrust Management Computer menggunakan nomor identitas dan kata sandi bawaan pabrik.
Sistem komputer tersebut memegang kendali penting terhadap pengaturan daya dorong yang dikeluarkan oleh mesin jet.
Setelah menyusup, Roberts mengaku mengirim perintah ke salah satu mesin untuk mengaktifkan mode menanjak atau climb.
Daya dorong yang tidak seimbang di antara kedua mesin jet diklaim membuat badan pesawat sempat bergerak menyamping.
>>> Profil Uffridatun Nitami, Istri Evan Marvino Ungkap Dugaan KDRT hingga Dipukul Pakai Kipas Angin
Pemeriksaan dan Penahanan oleh FBI
Berdasarkan dokumen resmi FBI, Roberts mengaku telah mengakses sistem pesawat Boeing 737, Boeing 757, dan Airbus A320 sebanyak 15 hingga 20 kali.
Agen FBI membekuk Roberts setelah ia mengunggah pesan di media sosial X yang berisi rencana meretas sistem United Airlines yang tengah ia tumpangi.
Update Terbaru
Dikeroyok Massa hingga Tewas di Tabanan, Sosok Pencuri Ayam Ini Ternyata Memiliki Catatan Kriminal sebagai Residivis
Senin / 27-07-2026, 15:12 WIB
10 Peristiwa Bersejarah 27 Juli: Dari Kudatuli, Penemuan Insulin, hingga Hari Jadi Kota Kediri yang Mengubah Dunia
Senin / 27-07-2026, 15:08 WIB
Viral di Threads, Hanum Mega Bongkar Sifat Asli Endang Yustika: Sosok di Balik Biu.Costore yang Kini Dicibir Warganet
Senin / 27-07-2026, 14:31 WIB
Viral! Niat Foto Bareng Pejabat Kampus, Mahasiswi UINSA Surabaya Malah 'Meluncur' dari Panggung Wisuda
Senin / 27-07-2026, 14:27 WIB
Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Agustus 2026: Cek Fakta Long Weekend dan Hari Besar Keagamaan
Senin / 27-07-2026, 13:20 WIB
IHSG Terkoreksi ke 6.173, 312 Saham Melemah di Sesi I
Senin / 27-07-2026, 12:56 WIB
Alfin Daniel Yakin Timnas Voli Indonesia Bisa Ganas di Asian Games 2026
Senin / 27-07-2026, 12:56 WIB
Residivis Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok, Polisi Tabanan Tetapkan 5 Tersangka
Senin / 27-07-2026, 12:56 WIB
Insiden Ambruknya Tribun di Ajang Drift Purwokerto, 90 Korban
Senin / 27-07-2026, 12:56 WIB
Pertamina MRS 2026: Arena Pembalap Muda Indonesia Menuju Level Dunia
Senin / 27-07-2026, 12:49 WIB
Minecraft Java Edition Kini Butuh RAM 8 GB, PC 4 GB Tak Lagi Cukup
Senin / 27-07-2026, 12:49 WIB
Xiaomi Hentikan Dukungan untuk 10 Perangkat, Termasuk Xiaomi 12 dan Poco X5
Senin / 27-07-2026, 12:49 WIB
Bank bjb Buka Peluang Dapat Tiket BRODER50 2026, Ini Ketentuannya
Senin / 27-07-2026, 12:49 WIB







