PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan penjualan pemasaran atau marketing sales sebesar Rp5,53 triliun sepanjang tahun 2025.

Capaian itu tumbuh 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan berhasil melampaui target awal perseroan yang ditetapkan sebesar Rp5 triliun.

>>> Jadwal Lengkap Timnas Belanda di Piala Dunia 2026: Lawan Jepang, Swedia, Tunisia

Kinerja keuangan perseroan ikut terkerek seiring pertumbuhan penjualan tersebut. Pendapatan tercatat sebesar Rp8,77 triliun dan laba bersih mencapai Rp1,20 triliun pada 2025.

Segmen pengembangan properti dari penjualan hunian, properti komersial, dan apartemen menjadi kontributor terbesar senilai Rp5,51 triliun atau sekitar 63 persen dari total pendapatan.

Segmen investasi dan manajemen properti menyumbang Rp2,28 triliun yang ditopang kenaikan pendapatan sewa pusat perbelanjaan sebesar Rp113,85 miliar.

Sementara itu, sektor bisnis lainnya seperti perhotelan mencatatkan pendapatan Rp981,12 miliar, naik tipis 1 persen dari tahun 2024.

Pasar Hunian Menengah Atas Jadi Penopang

Tingginya permintaan terhadap produk properti baru di segmen hunian menengah dan menengah atas menjadi penopang utama karena daya beli pasar yang dinilai masih kuat.

"Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih berlangsung, pasar hunian menengah dan menengah atas tetap menunjukkan permintaan yang cukup baik terhadap produk-produk Summarecon," ujar Adrianto P.

>>> Shiritsu Ebisu Chugaku Pukau Penggemar di Jakarta dan Gemari Mi Goreng

Adhi, Presiden Direktur Summarecon dalam paparan publik pada Kamis (11/6/2026).

Memasuki tahun 2026, emiten properti ini menetapkan target marketing sales baru sebesar Rp5,2 triliun.

Target tersebut akan disokong oleh sembilan kawasan kota terpadu yang tersebar di Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bogor, Bandung, Karawang, Makassar, Crown Gading, dan Tangerang.

Strategi pengembangan wilayah secara terintegrasi ini menjadi fokus utama manajemen demi menjaga pertumbuhan bisnis di tengah situasi pasar yang dinilai penuh dengan ketidakpastian.

"Kami akan tetap fokus pada pengembangan kota terpadu yang berkelanjutan serta menjaga disiplin pengelolaan keuangan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang," kata Adrianto.

Realisasi penjualan pada kuartal I-2026 tercatat telah menyentuh angka Rp1,2 triliun atau melonjak hingga 37 persen secara tahunan.

>>> Museum MACAN Hadirkan Ruang Seni Anak Beradu Padu Karya Ruth Marbun

Selain pemaparan kinerja, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Summarecon juga menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp5 per saham dengan nilai total Rp82,54 miliar.