PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui anak usahanya, KAI Wisata, menjajaki kerja sama dengan berbagai merek kecantikan.

Langkah ini merupakan bagian dari pengembangan konsep gaya hidup berbasis transit dan mobilitas di area stasiun.

>>> Meksiko Kalahkan Afrika Selatan 2-0 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Rencana tersebut diumumkan di Jakarta pada Rabu (10/6/2026).

Manajemen ingin mengakomodasi kebutuhan penumpang kereta jarak jauh maupun Commuter Line yang memiliki mobilitas tinggi namun tetap ingin tampil segar.

Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji, menjelaskan bahwa pengembangan konsep ini didasarkan pada survei dan masukan penumpang.

Mereka menginginkan akses cepat untuk perawatan diri selama perjalanan.

"Kita kembangkan konsep lifestyle berbasis train untuk stasiun jarak jauh dan dekat.

Dulu kita kembangkan shower locker, kita tambahkan relaksasi space, mini grooming seperti salon yang sifatnya instan," ujar Agus Dwinanto.

KAI Wisata telah memulai kolaborasi awal dengan beberapa merek lokal dari Paragon Group di Bandung dan Yogyakarta. Pada tahun 2026, perluasan fasilitas ditargetkan mencakup puluhan titik baru.

Fasilitas yang direncanakan meliputi ruang ganti, loker, dan area perawatan di belasan stasiun komuter. "Kita survey dan check list kebutuhan penumpang, banyak juga masukan dari para pengguna jasa.

Mereka walaupun naik KRL tapi tetap ingin cepat grooming," ungkap Agus.

Skema Kemitraan dan Target Ekspansi

Untuk merealisasikan target tersebut, KAI Wisata membuka beberapa opsi pendanaan dan kemitraan. Skema yang ditawarkan mencakup sistem penyewaan ruang konvensional hingga pembagian pendapatan berkala.

"Kita bidik yang relate, seperti brand kecantikan, lalu juga hair dryer, kursi pijat, dan lain-lain, itu yang kita offering," kata Agus Dwinanto.