Selain area komersial fisik, potensi besar juga terletak pada ekosistem periklanan digital atau Transit & Mobility Media.

Karakteristik penumpang yang menghabiskan waktu cukup lama di stasiun dinilai menjadi audiens potensial bagi kampanye pemasaran.

>>> Meta Luncurkan Pembaruan Berfokus Sepak Bola di Threads, Instagram, Facebook, dan WhatsApp

Agus menyebutkan, "Kita sudah kerja sama dengan Kafh di beberapa tempat di Bandung dan Yogya.

Tahun ini kita akan buka loker di 80 stasiun, refresh up di 5 stasiun besar, grooming space di 15 stasiun Commuter Line."

Aset yang dikelola KAI Wisata mencakup area seluas 270 juta meter persegi di ratusan stasiun.

Sistem periklanan luar ruang kini bertransformasi menggunakan integrasi data mobilitas dan teknologi digital luar ruang terprogram.

Perusahaan membuka tiga skema investasi, yaitu sewa, bagi hasil, dan lainnya. Sejumlah mitra strategis telah memanfaatkan ruang periklanan dan aset warisan budaya untuk meningkatkan kesadaran merek.

Model kolaborasi tingkat tinggi juga disediakan, mulai dari hak penamaan stasiun, pembungkusan badan kereta, hingga ruang aktivasi langsung.

"Sebagai anak usaha KAI, kami memaksimalkan aset-aset ini, mulai dari stasiun besar hingga rangkaian kereta, sebagai media branding yang menjangkau lebih dari 430 juta penumpang setiap tahunnya," tutur Agus.

Kampanye iklan luar ruang di ekosistem transportasi diklaim memiliki keunggulan dibanding baliho jalan raya.

Pesan yang disampaikan dapat berpindah dan berulang mengikuti perjalanan konsumen dari stasiun keberangkatan hingga ke dalam gerbong.

"Keunggulan utama kami terletak pada ekosistem mobilitas yang terintegrasi. Media KAI tidak hanya memberikan visual, tetapi juga pengalaman (brand experience) yang menyeluruh," papar Agus.

Manajemen mengarahkan para pemilik merek untuk memanfaatkan portal digital yang tersedia guna mempermudah proses kemitraan secara transparan.

"Model kolaborasi yang tersedia sangat beragam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan strategi pemasaran setiap brand," jelas dia.

Sistem ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi mobilitas masyarakat urban dan pertumbuhan industri kreatif nasional.

>>> Pemerintah Kucurkan Rp5 Triliun untuk Pertanian Papua

"Untuk itu, kami mengundang para pemilik merek untuk tidak hanya melihat aset kami sebagai ruang iklan, tetapi sebagai mitra tumbuh bersama," tutup Agus Dwinanto.