Kan begitu. Tidak, tidak semuanya bisa seperti itu," tegas Prasetyo Hadi.

Kendati demikian, Prasetyo Hadi memastikan pemerintah tetap menangkap semangat dari tuntutan mahasiswa tersebut untuk bekerja lebih keras dalam memperbaiki kondisi perekonomian nasional.

Aksi Awal dan Ancaman Penyegelan

Sebelumnya, BEM SI telah memulai pergerakan melalui aksi bertajuk "Rupiah Sekarat, Rakyat Melarat" di depan kantor perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah.

Ketua BEM UNS Kailani Rizqi Pratama menerangkan bahwa penentuan jangka waktu 18 hari merupakan simbol atas tekanan yang dialami oleh mata uang rupiah saat ini.

"Kalau kita melihat hari ini, untuk rupiah yang melemah sebanyak Rp 18.000, kami hari ini berikan tenggat waktu selama 18 hari untuk memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia," kata Kailani Rizqi Pratama dalam aksinya.

>>> Summarecon Agung Catat Marketing Sales Rp2 Triliun hingga Mei 2026

Mahasiswa juga mengancam akan melakukan tindakan penyegelan terhadap kantor Kementerian Keuangan apabila tidak ada langkah perbaikan ekonomi setelah masa ultimatum berakhir.