PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan penjualan pemasaran atau marketing sales sebesar Rp2 triliun hingga akhir Mei 2026.

Capaian itu setara dengan 38 persen dari target tahunan perseroan yang mencapai Rp5,2 triliun.

>>> Amerika Serikat Hadapi Paraguay di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Pencapaian tersebut diraih di tengah tantangan kenaikan suku bunga acuan dan ketidakpastian ekonomi global.

Corporate Secretary Summarecon Agung, Lydia Tjio, menyatakan realisasi pendapatan dalam lima bulan pertama tahun ini cukup solid dan tetap sesuai jalur untuk memenuhi target.

"Hingga akhir Mei 2026, marketing sales kami sudah mencapai Rp2 triliun atau sekitar 38% dari target tahun ini sebesar Rp5,2 triliun.

Kami melihat pencapaian ini cukup baik di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang," ujar Lydia.

Manajemen Summarecon Agung memfokuskan strategi pemasaran pada segmen konsumen menengah dan menengah atas yang dinilai memiliki ketahanan finansial lebih tinggi.

"Selama lima bulan pertama tahun ini kami lebih fokus pada pasar kelas menengah dan menengah atas.

Segmen ini masih menunjukkan daya tahan yang cukup baik sehingga menjadi salah satu penopang utama penjualan perseroan," kata Lydia.

Kenaikan suku bunga acuan ke level 5,5 persen menjadi tantangan baru bagi industri properti karena berdampak pada biaya pembiayaan.

"Saya rasa kenaikan suku bunga tentu memberikan dampak terhadap industri properti.

Selain memengaruhi bunga pinjaman dan KPR, kondisi ini juga dapat berdampak pada harga bahan baku konstruksi," ujar Lydia.

>>> PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp1,7 Triliun

Ketidakpastian geopolitik global turut memengaruhi stabilitas keuangan, sehingga perseroan menerapkan manajemen kas yang ketat.