PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) telah mencairkan dividen tahun buku 2025 dengan total nilai Rp 1,39 triliun kepada para pemegang saham yang berhak pada Jumat, 12 Juni 2026.

Emiten pertambangan dari Harita Group ini menetapkan besaran pembagian dividen setara dengan Rp 351 per lembar saham.

>>> Said Iqbal Usul Revisi Aturan Outsourcing, Hanya Empat Sektor yang Dikecualikan

Aksi korporasi dari perusahaan milik konglomerat Lim Hariyanto Wijaya Sarwono tersebut terealisasi setelah melewati beberapa tahapan administrasi di pasar modal.

Periode cum dividen untuk pasar reguler dan pasar negosiasi dari emiten berkode saham CITA sebelumnya telah jatuh pada 22 Mei 2026.

Nilai yield dividen dari perusahaan tercatat di level 9,26 persen ketika periode cum dividen berlangsung, dengan posisi harga saham CITA yang ditutup pada angka Rp 3.790.

Namun, pergerakan harga saham kemudian mengalami penurunan yang cukup signifikan setelah melewati masa tersebut.

Harga saham CITA bertengger pada level Rp 2.770 per lembar pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2026.

>>> Jadwal Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 12 Juni 2026

Angka penutupan tersebut memperlihatkan bahwa pergerakan saham CITA telah mengalami penurunan sebesar 26,9 persen sejak tanggal cum dividen hingga satu hari menjelang proses pembayaran.

Penetapan daftar pemegang saham atau recording date yang dinyatakan berhak atas perolehan dividen dari Cita Mineral Investindo telah rampung dilakukan pada 26 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.

Langkah penentuan hak atas keuntungan perusahaan ini menjadi dasar utama dalam penyaluran dana dividen tahun buku 2025.

Alokasi total dividen yang mencapai Rp 1,39 triliun didasarkan pada perolehan performa keuangan perusahaan yang positif di sepanjang tahun lalu.

Cita Mineral Investindo berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,39 triliun untuk tahun buku 2025.

>>> Riset Cornell University: Kebahagiaan Perlu Masuk Kurikulum Ekonomi

Rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio yang ditetapkan berada di angka 58 persen.