Menjelang pergantian tahun baru Islam, umat Muslim diimbau untuk meningkatkan ketakwaan dan melakukan muhasabah atau introspeksi diri.

Hal ini disampaikan dalam khutbah Jumat yang mengingatkan pentingnya mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun ke belakang.

>>> Lele Godok Jadi Alternatif Sehat Pengganti Lele Goreng

Muhasabah merupakan momen untuk berhenti sejenak, mengumpulkan semangat, dan merenungkan apa yang telah diperbuat.

Manfaat Introspeksi Diri

Pertama, introspeksi diri menjadi wahana mengoreksi diri. Dengan melihat kembali perjalanan hidup, seseorang bisa menilai apakah kebaikan atau keburukan yang lebih dominan.

Kedua, introspeksi membantu upaya memperbaiki diri. Kelebihan dan kekurangan yang teridentifikasi dapat menjadi bahan perbaikan di masa depan.

Ketiga, introspeksi menjadi momentum mawas diri. Pengalaman masa lalu membuat seseorang lebih berhati-hati dalam melangkah.

Keempat, introspeksi memperkuat komitmen diri. Setiap orang pasti memiliki kesalahan, dan muhasabah menjadi waktu untuk berkomitmen tidak mengulangi kesalahan yang sama.

>>> Parkir Motor Listrik di Tempat Teduh Bisa Jaga Usia Pakai Baterai

Kelima, introspeksi sebagai sarana meningkatkan rasa syukur dan tahu diri. Manusia harus sadar bahwa keberadaannya tidak lepas dari nikmat Allah.

Dalam Al-Qur'an surat Al-Hasyr ayat 18, Allah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)."

Sayyidina Umar bin Khattab juga pernah menasihatkan agar manusia menghisab dirinya sebelum dihisab di hari kiamat.

Rasulullah SAW bersabda bahwa orang cerdas adalah yang mengevaluasi dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati, sedangkan orang lemah adalah yang mengikuti hawa nafsu dan berangan-angan.

>>> Harga Emas Antam di Pegadaian 12 Juni 2026 Bergerak Bervariasi

Dengan melakukan introspeksi diri secara rutin, terutama menjelang tahun baru Hijriah, diharapkan kualitas kehidupan menjadi lebih baik dan penuh manfaat.