Pasar mata uang kripto global mengalami tekanan berat setelah harga Bitcoin jatuh ke kisaran 60.000 dolar AS pada Jumat (12/6/2026).

Penurunan ini menghapus valuasi pasar hingga lebih dari 1,2 triliun dolar AS dalam delapan bulan terakhir.

>>> Korea Selatan Tantang Ceko di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Keuntungan yang sempat diraih pada awal masa jabatan kedua Presiden AS Donald Trump kini lenyap sepenuhnya.

Penyebab Anjloknya Bitcoin

Fluktuasi harga dipicu oleh pergeseran fokus investasi ke teknologi kecerdasan buatan (AI) dan penawaran saham perdana SpaceX.

Kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve serta likuidasi massal akibat flash crash pada Oktober lalu turut memperburuk kondisi.

Sentimen negatif mendorong investor besar mulai menarik diri dari kepemilikan aset kripto.

Produk Exchange Traded Fund milik BlackRock mencatat arus keluar modal harian sejak pertengahan Mei hingga awal Juni 2026.

>>> PT Brahma Binabakti Renovasi Rumah Warga Jambi Cegah DBD dan TBC

"Bitcoin kehilangan tajinya.

Ini bukan pelindung nilai seperti yang saya harapkan, dan itu sungguh mengecewakan," ujar Mark Cuban, pengusaha dan investor Shark Tank.

Harapan dari Regulasi Baru

Pelaku industri kini mengalihkan perhatian pada regulasi baru di pemerintahan AS yang diharapkan memulihkan stabilitas.

"Jika disahkan, undang-undang ini bisa menjadi katalisator yang mengembalikan kepercayaan investor," kata Gerry O’Shea, kepala wawasan pasar global di Hashdex Asset Management.

>>> Donald Trump Klaim Kesepakatan Damai AS dan Iran Segera Tercapai

CLARITY Act yang sedang dibahas di Kongres AS dirancang untuk mengatur kepastian operasional aset digital seperti stablecoin dan Ethereum.