Donald Trump Klaim Kesepakatan Damai AS dan Iran Segera Tercapai
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik dengan Iran hampir tercapai.
Pernyataan itu disampaikan di hadapan jurnalis di Gedung Putih pada Kamis waktu setempat.
>>> Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Dunia Usai IPO SpaceX
"Kami baru saja membuat penyelesaian besar perang dengan Iran," kata Trump. Ia menambahkan bahwa kesepakatan akan memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.
Gedung Putih menyatakan penandatanganan dokumen rencananya dilakukan di Eropa. Trump menyebut draf perjanjian sudah dalam bentuk yang hampir final.
Sebelum pengumuman ini, Trump sempat mengancam akan melumpuhkan infrastruktur minyak Iran di Pulau Kharg. Ancaman itu kemudian dibatalkan seiring klaim kesepakatan damai.
Trump mengaku telah berkomunikasi dengan sekutu di Teluk dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia menyebut kawasan Timur Tengah sangat senang dengan perkembangan ini.
Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyatakan laporan tersebut masih spekulatif. "Belum ada yang difinalisasi," tegasnya.
Kantor Perdana Menteri Israel mengonfirmasi komunikasi dengan Trump, namun menegaskan Israel tidak menjadi pihak dalam nota kesepahaman. Israel menghargai komitmen Trump terkait penghentian program nuklir Iran.
>>> Pemprov DKI Targetkan Transaksi Jakarta Fair 2026 Tembus Rp8 Triliun
Perunding senior Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan dampak buruk keputusan impulsif AS. "Strategi yang salah akan menciptakan rawa yang tak berujung," katanya.
Militer Iran juga mengancam akan mengganggu ekspor energi di kawasan jika infrastruktur minyak mereka diserang.
"Ekspor minyak dan gas untuk semua atau tidak untuk siapa pun," demikian pernyataan resmi militer Iran.
Sebelumnya, serangan drone Iran di Bahrain melukai seorang anak perempuan berusia 11 tahun dan merusak fasilitas sipil.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mendesak semua pihak menahan diri dan kembali menerapkan gencatan senjata.
>>> PT Daya Intiguna Yasa Tbk Bagikan Dividen Perdana 40 Persen
Setelah pengumuman pembatalan serangan militer AS, harga minyak mentah Brent turun 4,4 persen ke posisi 89 dolar AS per barel.
Update Terbaru
Isuzu VehiCROSS dengan Lexus V8 Laku US$12.000 di Lelang
Jumat / 12-06-2026, 08:29 WIB
Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Indonesia Capai 93.839 Unit per Mei 2026
Jumat / 12-06-2026, 08:28 WIB
Piala Dunia 2026 Sepi Peminat, Sektor Pariwisata AS Alami Penurunan
Jumat / 12-06-2026, 08:28 WIB
BEM SI Ultimatum 18 Hari ke Pemerintah Atasi Pelemahan Rupiah
Jumat / 12-06-2026, 08:28 WIB
Daftar Harga Mobil LCGC Terbaru Juni 2026, Mulai Rp 140 Jutaan
Jumat / 12-06-2026, 08:28 WIB
Penjualan Kendaraan Elektrifikasi RI Januari-Mei 2026 Tembus 93.839 Unit
Jumat / 12-06-2026, 08:27 WIB
Asing Borong Saham BBCA Rp 387,9 Miliar saat IHSG Melemah
Jumat / 12-06-2026, 08:26 WIB
Summarecon Agung Catat Marketing Sales Rp2 Triliun hingga Mei 2026
Jumat / 12-06-2026, 08:26 WIB
Republik Ceko Tantang Korea Selatan di Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 08:25 WIB
Cara Bikin Scrapbook Digital Estetik di Galaxy A57 5G dengan Multi Window dan Drag Drop
Jumat / 12-06-2026, 08:25 WIB
Daftar Harga Mobil LCGC Juni 2026, Termurah Mulai Rp 140 Jutaan
Jumat / 12-06-2026, 08:25 WIB
Amerika Serikat Hadapi Paraguay di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 08:24 WIB
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp1,7 Triliun
Jumat / 12-06-2026, 08:24 WIB
Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit Masuk Daftar Tunggu Transplantasi Paru
Jumat / 12-06-2026, 08:24 WIB






