Elon Musk resmi mencatatkan diri sebagai triliuner pertama di dunia.

Status ini diraih setelah perusahaan antariksa miliknya, SpaceX, sukses melaksanakan penawaran saham perdana (IPO) terbesar dalam sejarah Amerika Serikat pada Kamis (11/6/2026).

>>> Pemprov DKI Targetkan Transaksi Jakarta Fair 2026 Tembus Rp8 Triliun

IPO tersebut berhasil menghimpun dana sebesar US$75 miliar atau sekitar Rp1.346 triliun. Aksi korporasi ini mendongkrak valuasi SpaceX hingga mencapai kisaran US$1,77 triliun.

Lonjakan valuasi itu langsung membawa total kekayaan Musk melampaui US$1,1 triliun atau sekitar Rp19.745 triliun.

Sebelum IPO, Forbes mencatat estimasi kekayaan bersih pendiri Tesla tersebut berada di angka US$780 miliar.

>>> PT Daya Intiguna Yasa Tbk Bagikan Dividen Perdana 40 Persen

Kepemilikan saham di SpaceX kini menjadi penyumbang terbesar kekayaan Musk, dengan nilai kapitalisasi mencapai sekitar US$866 miliar.

Pertumbuhan nilai investasi ini didorong oleh kepercayaan tinggi investor terhadap prospek bisnis perusahaan.

Investor tidak lagi melihat SpaceX hanya sebagai penyedia layanan peluncuran roket konvensional.

>>> Tiga Kartu Merah Warnai Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Portofolio bisnis perusahaan kini mencakup jaringan satelit internet Starlink, pengembangan kecerdasan buatan, serta proyek kolonisasi Mars yang telah dirintis sejak 2002.