>>> Korea Selatan Hadapi Republik Ceko di Laga Perdana Grup A Piala Dunia 2026

Evaluasi menyeluruh ini ditargetkan selesai dalam waktu dekat agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut berjalan lebih efektif.

Penataan ulang ini melibatkan koordinasi erat antar-kementerian dan lembaga terkait.

"Nah ini juga akan jadi masalah, ini yang akan diselesaikan, maka perlu waktu kira-kira satu bulan untuk menata ini kembali," pungkas Zulkifli Hasan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa proses penataan ini membuka berbagai opsi bagi dapur-dapur yang berlebih.

Pemerintah tengah menginventarisasi kondisi riil dari seluruh fasilitas yang sudah telanjur beroperasi.

"Ya pasti salah satunya arahnya ke sana (tutup SPPG yang berlebih), tapi kan kita belum bisa hari ini mengatakan ditutup atau tidak.

Namanya sedang ditata kan dilihat, diinventarisir kondisinya seperti apa," ujar Prasetyo Hadi.

Meskipun ada opsi penutupan, langkah tersebut akan ditekan seminimal mungkin demi menjaga kelangsungan distribusi makanan bagi para penerima manfaat.

Pengawasan kualitas makanan juga tetap menjadi prioritas utama selama proses evaluasi berlangsung.

"Kita target awal satu bulan ini harus sudah selesai. Tapi tentunya kan semua ada dinamikanya ya.

Makanya yang pertama tentu tadi kita tekankan adalah yang sudah berjalan tetap berjalan, tidak boleh ada gangguan, dan di situ pun juga catatan-catatan perbaikan itu terus tetap harus dilakukan.

>>> SpaceX Catat IPO Terbesar dalam Sejarah, Salip Saudi Aramco

Yang sudah baik pun juga harus ada pengawasan supaya kualitasnya bisa terjaga. Kita tidak ingin ada penurunan," tegas Prasetyo Hadi.