SpaceX berhasil mencatatkan rekor penawaran umum perdana (IPO) terbesar dalam sejarah.

Perusahaan antariksa milik Elon Musk ini menghimpun dana segar sebesar US$ 75 miliar melalui penjualan sekitar 555,56 juta saham.

>>> My Royal Nemesis Episode 12 Sub Indo serta Link dan Spoiler Bukan LK21 Tapi di Netflix: Hubungan Se Gye dan Dan Sim Mulai Membaik Demi Mencari Keberadaan Seo Ri

Langkah tersebut langsung menempatkan nilai perusahaan di level US$ 1,77 triliun.

Angka itu resmi melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh perusahaan minyak Saudi Aramco saat melantai di bursa pada 2019 silam.

Dengan valuasi jumbo ini, SpaceX akan langsung menembus jajaran tujuh emiten publik terbesar di Amerika Serikat.

Perusahaan tersebut akan memulai perdagangan perdana di bursa Nasdaq pada Jumat (12/6).

Kapitalisasi pasar SpaceX bahkan sukses melewati sejumlah raksasa bisnis global. Mulai dari JPMorgan Chase, Berkshire Hathaway, Eli Lilly and Company, Meta Platforms, hingga Tesla.

Analis Pertanyakan Fundamental Bisnis

Meskipun mencetak angka valuasi yang fantastis, sejumlah analis mulai mempertanyakan apakah nilai tersebut sudah mencerminkan kondisi fundamental bisnis yang berlanjut.

Perusahaan tercatat masih membukukan kerugian pada tahun lalu.

Selain itu, pendapatan riil mereka juga masih berada jauh di bawah perusahaan teknologi raksasa dunia lainnya.

Chief Executive Officer 50 Park Investments, Adam Sarhan, menilai bahwa pembuktian sesungguhnya baru akan terlihat setelah saham resmi diperdagangkan secara terbuka.

"Harga IPO mungkin sudah ditetapkan dengan cukup tepat. Namun yang lebih penting adalah bagaimana pasar mencerna valuasi tersebut dalam beberapa pekan ke depan," ujarnya.

Melawan Konvensi Wall Street

IPO ini memecahkan rekor Saudi Aramco pada Desember 2019 yang kala itu menghimpun dana US$ 25,6 miliar dengan valuasi US$ 1,71 triliun.