Penutupan jalur laut sempat memicu lonjakan harga minyak secara signifikan. Namun, militer AS menyatakan aktivitas kapal komersial masih terus melintas keluar-masuk Selat Hormuz.

Washington juga membantah laporan bahwa kapal perang mereka menjadi target serangan. Berdasarkan data LSEG dan Kpler, sedikitnya tiga kapal tanker LNG terdeteksi berhasil keluar dari kawasan tersebut.

Kapal-kapal itu menyiasati navigasi dengan mematikan sistem pelacak dan bergerak menuju Asia.

India melaporkan insiden kapal di dekat Pelabuhan Shinas, Oman, namun perusahaan pengilangan minyak India menegaskan pasokan aman hingga Agustus.

Stok Cadangan Minyak AS Menyusut

Dari sektor fundamental, pasar mendapat sentimen positif dari menyusutnya cadangan minyak mentah domestik AS.

Laporan EIA menunjukkan persediaan minyak mentah AS merosot 7,2 juta barel menjadi 426,5 juta barel.

Angka penurunan pada pekan yang berakhir 5 Juni itu jauh lebih besar dari proyeksi analis. Survei Reuters sebelumnya memperkirakan penurunan sekitar 4 juta barel.

Biasanya, data penurunan persediaan yang masif akan mendorong kenaikan harga minyak.

>>> Sabar/Reza Tembus Perempat Final Australian Open 2026

Namun, sentimen pasar pada Kamis lebih didominasi harapan meredanya konflik di Timur Tengah, sehingga pelaku komoditas melakukan aksi ambil untung setelah reli sebelumnya.