Harga emas dunia spot melonjak 2 persen ke level US$ 4.153,71 per ons troi pada perdagangan Kamis (11/6/2026).

Lonjakan ini dipicu oleh keputusan Presiden AS Donald Trump yang membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran.

>>> Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran

Keputusan tersebut meredakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi lonjakan harga minyak dan inflasi tinggi.

Sebelumnya, emas sempat terpuruk ke level terendah sejak akhir November pada awal sesi.

Namun, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus justru melemah 0,5 persen ke US$ 4.114 per ons troi.

Trump mengumumkan pembatalan operasi militer hanya beberapa jam setelah mengancam akan meningkatkan pemboman untuk menguasai Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran.

Ia juga menyebut bahwa poin-poin akhir draf kesepakatan damai telah mendapat lampu hijau dari banyak negara, termasuk Israel, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Analis TD Securities, Ryan McKay, mengatakan pelaku pasar masih waspada karena rekam jejak diplomasi sebelumnya.

"Kita sudah beberapa kali melihat kabar mengenai potensi kesepakatan, tetapi belum benar-benar terwujud.

Namun jika kali ini benar terjadi, hal itu dapat membantu menopang harga emas dari level terendahnya," ujarnya.

Tekanan terhadap emas telah berlangsung sejak konflik bersenjata AS-Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari lalu.

>>> Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.100 per Dolar AS pada Jumat

Perang tersebut mendorong harga minyak naik dan memicu ekspektasi inflasi tinggi, sehingga The Fed diprediksi mempertahankan suku bunga tinggi.

Emas merupakan aset lindung nilai terhadap inflasi, tetapi suku bunga tinggi biasanya menekan daya tariknya karena tidak memberikan imbal hasil.