Peristiwa hijrah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Makkah ke Madinah merupakan salah satu momen paling berpengaruh dalam sejarah dakwah Islam.

Momentum bersejarah ini menyimpan segudang hikmah yang dapat menjadi pelecut bagi kaum muslimin untuk bangkit dari keterpurukan di berbagai bidang.

>>> Nike Gencarkan Strategi Global Demi Rebut Kembali Pasar Sepak Bola

Seperti dikutip dari teks khutbah Jumat yang disusun oleh KH Nur Rohmad, Ketua Komisi Dakwah & Pengembangan Masyarakat MUI Kabupaten Mojokerto, perjalanan hijrah mengajarkan ketabahan, kesabaran, dan keyakinan akan pertolongan Allah.

Perjuangan Dakwah di Makkah

Sejak awal dakwah, Rasulullah dan para sahabat menghadapi ancaman berat dari kaum kafir Makkah. Ketabahan dan kesabaran menjadi perisai utama dalam menyebarkan ajaran tauhid.

Dakwah yang mengajak pada keadilan dan akhlak mulia disambut oleh sejumlah sahabat seperti Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali, dan Bilal.

Namun, sebagian besar masyarakat Makkah tetap memilih jalan kekufuran.

Penolakan itu berujung pada penyiksaan dan penghinaan yang semakin berat.

Beberapa sahabat pun berhijrah ke Habasyah atas perintah Rasulullah, termasuk Utsman bin Affan dan Ja’far bin Abi Thalib.

Titik Terang dari Yatsrib

Perkembangan Islam mulai terlihat saat Rasulullah bertemu dengan beberapa orang suku Khazraj dari Yatsrib di dekat Ka’bah.

>>> Laba Asuransi Umum Kuartal I/2026 Tembus Rp3,72 Triliun

Pertemuan itu membuahkan hasil dengan masuknya mereka ke dalam Islam, dan jumlahnya terus bertambah pada tahun berikutnya.

Dua sahabat, Abdullah bin Ummi Maktum dan Mush’ab bin ‘Umair, kemudian diutus ke Yatsrib untuk mengajarkan Al-Qur'an.

Perkembangan pesat umat Islam di kota itu menjadi landasan turunnya perintah hijrah bagi kaum muslimin Makkah.