Rasulullah akhirnya meninggalkan kota kelahirannya yang paling dicintai dengan ditemani Abu Bakr. Perjalanan penuh risiko itu ditempuh setelah beliau menjalankan dakwah tauhid selama tiga belas tahun di Makkah.

Perlu ditegaskan bahwa hijrah bukanlah tindakan melarikan diri, bentuk keputusasaan, atau misi mengejar kekuasaan. Penolakan Rasulullah terhadap tawaran harta dan takhta dari pemuka Makkah menjadi bukti nyata.

Ketika pamannya, Abu Thalib, meminta agar dakwah dihentikan, Rasulullah menjawab dengan penuh komitmen: “Demi Allah, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan dakwah ini, pasti aku tidak akan mau meninggalkannya sampai Allah memenangkannya atau aku binasa karenanya.”

Peristiwa hijrah menjadi bukti bahwa kebatilan dan kezaliman pasti akan runtuh, sedangkan kebenaran akan menemukan kemenangan.

>>> KEK Industropolis Batang Raih Penghargaan Orang Tua Asuh Desa

Allah telah menjanjikan pertolongan-Nya dalam Surat Ghafir ayat 51: “Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari kiamat.”