President Director Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo mengatakan banyak masyarakat saat ini berupaya menyeimbangkan kebutuhan finansial jangka pendek dengan tujuan keuangan jangka panjang di tengah perubahan kondisi ekonomi.

"Di tengah perubahan kondisi ekonomi, kesiapan finansial menjadi kunci utama untuk membangun ketahanan finansial," ujar Albertus dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (11/6/2026).

Pentingnya Literasi Keuangan Jangka Panjang

Laporan tersebut juga menyoroti pentingnya literasi keuangan dalam membangun ketahanan finansial.

>>> Trump Ancam Serang Iran dan Kuasai Industri Minyak

Individu yang memiliki pemahaman dan kemampuan mengelola keuangan yang baik tercatat memiliki tingkat kepercayaan diri finansial lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan literasi rendah.

Mereka juga tiga kali lebih mungkin merasa siap menghadapi kenaikan biaya hidup, lebih optimistis terhadap kondisi keuangan masa depan, serta lebih siap menghadapi kondisi darurat finansial.

Manfaat perencanaan keuangan jangka panjang juga terlihat dalam hasil survei.

Sebanyak 86% responden yang memiliki rencana keuangan jangka panjang mengaku yakin dapat mencapai tujuan keuangan mereka, jauh lebih tinggi dibandingkan responden yang tidak memiliki rencana keuangan yang hanya mencapai 25%.

Selain itu, 78% responden yang memiliki perencanaan jangka panjang merasa siap menghadapi keadaan darurat finansial, sementara pada kelompok tanpa perencanaan angkanya hanya 13%.

Adopsi Kecerdasan Artifisial

Perkembangan teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI) mulai memengaruhi cara masyarakat mengakses informasi keuangan.

Sebanyak 68% responden mengaku menggunakan generative AI untuk mencari informasi dan panduan keuangan, sedangkan 67% memperkirakan penggunaan teknologi tersebut akan terus meningkat dalam 12 bulan ke depan.

Temuan tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat adopsi generative AI yang tinggi untuk kebutuhan panduan keuangan di Asia.