Summarecon Agung Siapkan Strategi Pelunasan Obligasi Rp468 Miliar

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) tengah menyiapkan strategi untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2023 seri A senilai Rp468 miliar.
Obligasi tersebut akan jatuh tempo pada Oktober 2026.
>>> Polri Sita Fasilitas Pengolahan Emas PT Simba Jaya Utama Terkait Tambang Ilegal
Keputusan ini diambil di tengah tantangan kenaikan suku bunga acuan yang berisiko meningkatkan biaya pendanaan.
Kondisi pasar saat ini mempersulit SMRA untuk menerbitkan surat utang baru dengan selisih tenor yang tipis.
Yield SBN acuan telah berada di level 7,51%, sementara SMRA sebelumnya menawarkan imbal hasil sebesar 7,35% untuk obligasi seri A tersebut.
Kenaikan suku bunga acuan juga berpotensi mengerek suku bunga kredit perbankan.
Pemanfaatan Dana Internal Jadi Pilihan Utama
Manajemen perusahaan mempertimbangkan pemanfaatan dana internal sebagai opsi yang paling efisien.
Direktur SMRA, Lydia Tjio, menegaskan bahwa langkah pembiayaan mandiri lewat peningkatan penjualan merupakan skema refinancing dengan biaya paling murah saat ini.
"Untuk setiap pembiayaan, kami juga akan berusaha dan berupaya meningkatkan sales.
>>> Gracie Abrams Umumkan Album Ketiga Daughter From Hell, Rilis Juli 2026
Ini untuk memberikan dana sendiri yang dapat kami peroleh untuk pembiayaan apa pun," ujarnya dalam paparan publik SMRA, Kamis (11/6/2026).
Meski demikian, pihak manajemen tetap membuka ruang untuk opsi pendanaan alternatif di luar arus kas internal perusahaan.
"Tidak menutup kemungkinan untuk kami cari refinancing dari bank lain yang bisa memberikan penawaran lebih rendah, dan juga untuk obligasi," papar Lydia.
Rencana kombinasi pembiayaan dan penerbitan surat utang kembali dengan tenor tertentu tetap menjadi strategi lanjutan yang dipertimbangkan manajemen.
Jajaran direksi juga mengantisipasi dampak dinamika kebijakan moneter terhadap sektor properti.
Presiden Direktur Summarecon Agung, Adrianto Pitojo Adi, menyatakan optimisme terhadap langkah pemerintah.
"Ketika keluar kebijakan bagus tapi ada sisi lemahnya, Summarecon yakin sekali bahwa pemerintah akan bisa mengatasi itu," ujarnya.
>>> Biaya Ganti Baterai Toyota Corolla Cross Hybrid Capai Rp40 Juta
Pihaknya meyakini pemerintah akan kembali menggelontorkan insentif guna memitigasi risiko dari kenaikan suku bunga perbankan.
Update Terbaru
Pelemahan Harga Emas Berlanjut, Emiten Diminta Waspada
Kamis / 11-06-2026, 20:41 WIB
Daftar Selebriti Korea yang Putus Setelah Pacaran Lama
Kamis / 11-06-2026, 20:36 WIB
Cara Mengaktifkan Kembali Kartu BPJS Kesehatan PBI yang Dinonaktifkan
Kamis / 11-06-2026, 20:33 WIB
Volkswagen Kritik Kebijakan Larangan Mobil Bensin di Berbagai Negara
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Manchester United Kesulitan Jual Andre Onana karena Gaji Tinggi
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Studi Sun Life: 80% Masyarakat Tertekan Biaya Hidup, Ketahanan Finansial Belum Merata
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Menteri Keuangan Respons Ajakan Boikot Pertamax ke Pertalite di Medsos
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Trump Ancam Serang Iran dan Kuasai Industri Minyak
Kamis / 11-06-2026, 20:31 WIB
Nova Arianto Langsung Turunkan Mathew Baker Sejak Awal Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 20:29 WIB
Chevrolet Gunakan AI untuk Desain C9 Corvette, Tapi Bukan yang Ini
Kamis / 11-06-2026, 20:29 WIB
Nova Arianto Turunkan Mathew Baker sebagai Starter Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 20:29 WIB
Pasar Obligasi Korporasi Dinilai Lebih Menguntungkan Investor
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB
Pemerintah Antisipasi Peralihan Konsumen dari Pertamax ke Pertalite
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB
QJMotor Indonesia Luncurkan Program Trip Eksklusif ke China di PRJ 2026
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB






