Polri Sita Fasilitas Pengolahan Emas PT Simba Jaya Utama Terkait Tambang Ilegal

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyita fasilitas pengolahan emas milik PT Simba Jaya Utama yang berlokasi di Jawa Timur.
Penyitaan ini merupakan bagian dari penanganan perkara besar yang melibatkan pengolahan logam mulia dari aktivitas penambangan tanpa izin.
>>> Gracie Abrams Umumkan Album Ketiga Daughter From Hell, Rilis Juli 2026
Berdasarkan data yang dihimpun, nilai transaksi terlarang mencapai Rp 25,9 triliun dalam rentang waktu enam tahun, sejak 2019 hingga 2025.
Lima Tersangka dan Aliran Pasokan Ilegal
Polri telah menetapkan lima orang sebagai tersangka pada bulan lalu terkait kasus ini.
Aparat mengidentifikasi bahwa bahan baku emas yang diolah perusahaan didatangkan dari wilayah pertambangan ilegal di berbagai daerah, termasuk Kalimantan dan Papua.
Hingga saat ini, manajemen PT Simba Jaya Utama belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai penyitaan tersebut.
>>> Biaya Ganti Baterai Toyota Corolla Cross Hybrid Capai Rp40 Juta
Perusahaan juga belum memberikan tanggapan terkait tuduhan keterlibatan dalam jaringan penambangan ilegal.
Operasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) menjadi persoalan serius bagi otoritas domestik.
Kegiatan ini menyebabkan kerugian finansial besar bagi negara akibat hilangnya pendapatan dari royalti dan pajak.
Dampak kerusakan lingkungan akibat PETI juga mengkhawatirkan, terutama penggunaan merkuri yang tidak terawasi dalam pemurnian emas.
>>> Piala Dunia 2026 Bisa Ditonton Gratis di TVRI, Ini Platform Live Streaming Resminya
Kementerian terkait terus mengintensifkan pengawasan terhadap rantai pasokan komoditas emas nasional untuk memastikan tata kelola tambang yang baik.
Update Terbaru
Pelemahan Harga Emas Berlanjut, Emiten Diminta Waspada
Kamis / 11-06-2026, 20:41 WIB
Daftar Selebriti Korea yang Putus Setelah Pacaran Lama
Kamis / 11-06-2026, 20:36 WIB
Cara Mengaktifkan Kembali Kartu BPJS Kesehatan PBI yang Dinonaktifkan
Kamis / 11-06-2026, 20:33 WIB
Volkswagen Kritik Kebijakan Larangan Mobil Bensin di Berbagai Negara
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Manchester United Kesulitan Jual Andre Onana karena Gaji Tinggi
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Studi Sun Life: 80% Masyarakat Tertekan Biaya Hidup, Ketahanan Finansial Belum Merata
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Menteri Keuangan Respons Ajakan Boikot Pertamax ke Pertalite di Medsos
Kamis / 11-06-2026, 20:32 WIB
Trump Ancam Serang Iran dan Kuasai Industri Minyak
Kamis / 11-06-2026, 20:31 WIB
Nova Arianto Langsung Turunkan Mathew Baker Sejak Awal Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 20:29 WIB
Chevrolet Gunakan AI untuk Desain C9 Corvette, Tapi Bukan yang Ini
Kamis / 11-06-2026, 20:29 WIB
Nova Arianto Turunkan Mathew Baker sebagai Starter Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 20:29 WIB
Pasar Obligasi Korporasi Dinilai Lebih Menguntungkan Investor
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB
Pemerintah Antisipasi Peralihan Konsumen dari Pertamax ke Pertalite
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB
QJMotor Indonesia Luncurkan Program Trip Eksklusif ke China di PRJ 2026
Kamis / 11-06-2026, 20:28 WIB






